Kementan Atasi Flu Burung dengan Mengganti Unggas Peternak


Pertanianku – Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (kementan), I Ketut Diarmita, mengungkapkan bahwa untuk menuntaskan masalah penyebaran flu burung di Indonesia perlu ada keterbukaan dari masyarakat untuk melaporkan setiap unggas yang terjangkit flu burung. Pasalnya, laporan masyarakat menjadi sangat penting dikarenakan keterbatasan jangkauan para petugas.

Kementan Atasi Flu Burung dengan Mengganti Unggas Peternak

“Misalnya di daerah-daerah pedalaman yang jauh dari jangkauan petugas, kami berharap kalau ada gejala-gejala unggas terkena flu burung harus segera melaporkannya kepada petugas kami di lapangan,” demikian kata Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut. Sebagaimana dikutip Jitunews (13/5).

“Pihaknya akan siap memberikan ganti rugi kepada setiap warga masyarakat yang unggasnya terkena dampak depopulasi akibat terjangkit flu burung. Namun, pihaknya akan tetap selektif dalam memberikan ganti rugi untuk unggas yang terjangkit flu burung. “Tetapi kami juga akan sangat selektif dalam memberikan ganti rugi, karena memang dana kami sangat terbatas,” tutur Ketut.

Pasalnya, ganti rugi akan diberikan setelah melalui pertimbangan teknis dan perhitungan yang matang. Depopulasi sendiri tidak dimaksudkan untuk memusnahkan unggas yang sakit, tetapi terhadap unggas carrier yang tampak sehat dan berkumpul dengan kelompok unggas sakit.

Ketut menambahkan tentang carrier atau unggas pembawa virus, tetapi tak menunjukan tanda-tanda sakit. “Unggas tersebut kelihatannya sehat-sehat saja, tetapi saat dibawa ke laboratorium, unggas tersebut positif terjangkit flu burung dan unggas jenis ini yang kemudian didepopulasi.” Jelas Ketut.

Baca Juga:  Peternak Ayam Apresiasi Kementan yang Fasilitasi Distribusi Jagung