Kementan Bangun Empat Lumbung Pangan di Perbatasan, Guna Antisipasi Penyelundupan


Pertanianku – Menteri Pertanian (Mentan) saat ini fokus memberantas penyelundupan komoditas pangan. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan membangun empat lumbung pangan di wilayah perbatasan.

Bangka Selatan Targetkan Produksi Padi 6 Ton per Hektare

Amran menekankan bahwa pemberantasan penyelundupan diatasi dengan membangun lumbung produksi pangan strategis di empat perbatasan Indonesia. Empat perbatasan tersebut berada di Kepulauan Riau, Entikong, NTT, dan Merauke.

“Kemarin saya kunjungan ke perbatasan Kepri, ada selundupan bawang, beras,” kata Amran seperti dikutip Okezone (24/10).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Pertanian menggandeng aparat penegak hukum dan juga membangun lumbung atau persawahan di daerah perbatasan.

“Kita perbaiki, bangun lumbung sawah di perbatasan. Yang diselundupkan bawang, tanam bawang di perbatasan,” tutur Amran.

Menurut Amran, ada luasan lahan sekitar 500 hektare dengan target produksi mencapai 4.000 ton, yang mampu memberantas masalah penyelundupan di empat wilayah perbatasan.

Pembangunan lumbung dan sawah di perbatasan seperti di Kepulauan Riau yang nantinya akan memberantas penyelundupan dari Singapura. Entikong yang akan membasmi penyelundupan dari Malaysia, NTT akan memberantas penyelundupan pangan dari Malaysia, dan Merauke akan mengatasi penyelundupan dari Papua Nugini.

“Sekarang sudah ekspor beras organik, semua di perbatasan di 44 kabupaten yang telah membangun lumbung pangan organik, yang harganya cukup menggiurkan 6 euro per kg beras,” tutup Mentan.

Baca Juga:  Ternyata Ini Faktor yang Memengaruhi Peningkatan Hasil Panen Padi
loading...
loading...