Kementan Berencana Kembangkan Pasar Kelor Hingga Mancanegara

Pertanianku— Saat ini kelor telah dikenal menjadi salah satu tanaman dengan banyak khasiat untuk kesehatan. Daun kelor dapat digunakan untuk terapi penyakit degeneratif dan membantu meningkatkan imunitas terhadap Covid-19. Permintaan komoditas ini di pasar mancanegara sedang naik.

daun kelor
foto: Pixabay

Melihat potensi permintaan kelor yang meningkat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, bekerja sama dengan Asosiasi Beyond Moringa Indonesia mengadakan FGD dan Business Matching Pengembangan Pasar Moringa Indonesia. Kerja sama tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang meminta agar produksi pertanian tidak boleh berhenti saat pandemi.

“Adanya pandemi wabah Covid-19 ini tidak boleh membuat aktivitas pertanian berhenti. Kementan akan terus mengoptimalkan SDM pertanian untuk menggenjot produksi dan produktivitas, bahkan ekspor. Pertanian tidak berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik, di mana sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional,” papar Syahrul.

Sentra pengembangan kelor di Indonesia berada di Provinsi NTT, NTB, Bali, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian lagi di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Papua Barat.

Saat ini pengembangan kelor yang berada di bawah binaan Ditjen Perkebunan sudah berjalan selama tiga tahun. Binaan tersebut sudah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 591.1 Tahun 2020 yang bertujuan menjaga produksi, pascapanen, standarisasi mutu, dan pemasaran.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana untuk memperkenalkan kelor Indonesia secara nasional dan global terkait potensi produksi, kualitas, dan manfaat bagi kesehatan. Melalui tematik “Kelor Indonesia: Dari Budaya Lokal Menuju Bisnis Global” (Moringa Indonesia: From Local Culture to Global Business) diharapkan akan memperluas cakupan pasar kelor di perdagangan internasional sehingga dapat menjadi salah satu komoditas unggulan penyumbang devisa negara,” terang Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan, Dedi Junaedi, seperti dilansir dari laman ditjebun.pertanian.go.id.

Tujuan akhir pengembangan pasar kelor hingga ke mancanegara adalah budidaya kelor di Indonesia dapat meningkatkan taraf perekonomian petani dan pegiat usaha yang terlibat di dalamnya.

Baca Juga:  Tindakan untuk Mengatasi Penyakit Mulut dan Kuku yang Merebak Kembali