Kementan Berkomitmen Menekan Kedelai Impor dengan Meningkatkan Produksi Dalam Negeri

Pertanianku — Kebutuhan kedelai selalu meningkat setiap tahunnya, tetapi pasokan kedelai dalam negeri masih saja dipenuhi oleh kedelai impor. Kementerian Pertanian (Kementan) telah berkomitmen untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri agar kebutuhan kedelai domestik bisa dipenuhi secara mandiri.

kedelai impor
foto: Pertanainku

Salah satu penyebab masih rendahnya produksi kedelai dalam negeri adalah sedikitnya petani yang tertarik untuk menanam komoditas kedelai.

“Kondisi ini menyebabkan pengembangan kedelai oleh petani sulit dilakukan. Petani lebih memiliki untuk menanam komoditas lain yang punya kepastian pasar. Tapi kami terus mendorong petani untuk melakukan budidaya. Program aksi nyatanya kami susun terpenting hingga implementasi di lapangan,” papar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Belum lama ini para pengusaha tempe dan tahu mengadakan aksi mogok produksi karena harga kedelai naik, tetapi harga komoditas tahu dan tempe tidak boleh naik.

“Masalah kedelai yang ada adalah masalah global sehingga membuat harga kedelai yang ada secara global itu terpengaruh khususnya dari Amerika dan itu juga yang kita rasakan di Indonesia. Tidak hanya di Indonesia ada kontraksi seperti ini, di Argentina misalnya juga terjadi polemik-polemik terkait produksi kedelai,” sambung Syahrul.

Oleh karena itu, Mentan menjelaskan Kementan mulai fokus untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri untuk menjaga ketersediaan kedelai. Nantinya akan dilakukan perluasan areal tanam dan meningkatkan sinergitas para integrator, unit-unit kerja Kementan, dan Pemerintah Daerah agar mampu menghasilkan kedelai berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan salah satu faktor yang menyebabkan harga kedelai melambung tinggi, yaitu karena ongkos kirim yang juga mengalami kenaikan. Waktu transportasi impor kedelai juga mengalami perubahan, yang semula hanya dibutuhkan 3 minggu untuk mengirim kedelai dari negara asal, kini waktu pengiriman menjadi 6—9 minggu.

Baca Juga:  Langkah Mudah Menanam Bunga Teratai Putih

Kenaikan harga kedelai saat ini disebabkan oleh efek pandemi yang membuat pasar global kedelai tidak stabil. Kondisi semakin diperparah ketika negara sudah terlalu bergantung pada impor.

Namun, tingginya jumlah impor bukan hanya disebabkan oleh faktor produksi dalam negeri yang masih kurang, melainkan karena kedelai merupakan komoditas non lartas (larangan dan pembatasan) yang bebas impor sehingga bisa diimpor kapan saja dengan jumlah volume yang tidak terbatas.

Seharusnya, kondisi seperti ini bisa menjadi peluang yang dimanfaatkan oleh Kementan untuk meningkatkan pasar lokal dengan produksi kedelai dalam negeri.