Kementan Bersama Investor Jepang Kembangkan Lahan Kopi Toraja

Pertanianku — Indonesia sebagai penghasil kopi terbaik bakal ikut andil dalam menjajaki lahan-lahan potensial. Salah satu kopi yang kini sedang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) adalah kopi toraja dari Sulawesi Selatan. Pengembangan dilakukan karena kopi toraja menjadi salah satu komoditas andalan yang berhasil menembus pasar internasional, Jepang.

kopi toraja
Foto: Pixabay

Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro menjelaskan, kopi toraja berhasil dipasarkan melalui perusahaan jasa dan perdagangan kopi Jepang bernama Key Coffee Inc. Untuk itu, pihaknya akan memfasilitasi rencana pengembangan dan perluasan lahan dalam waktu dekat.

“Saat ini luas perkebunan kopi nasional mencapai 1,2 juta hektare dan bertambah rata-rata 5 persen setiap tahun karena tingginya permintaan pasar. Maka itu kami akan lakukan pengembangan,” kata Syukur, Senin (17/12).

Syukur mengatakan, berdasarkan catatan Kementerian Pertanian, kopi toraja menjadi top brand dengan penjualan yang terus meningkat. Saat ini, Key Coffee berhasil memasarkan kopi toraja sebanyak 500 ton dari total pemasaran 40.000 ton.

“Bahkan, perusahaan jasa specialty kopi ini berencana meningkatkan pembelian komoditas kopi toraja. Rencananya, perusahaan tersebut akan melakukan kemitraan dan pengembangan lahan kopi toraja di Tanah Air,” katanya.

Sementara itu, President of Key Coffee Yutaka Shibata meminta pemerintah untuk melakukan produksi berstandar SDGs, yakni Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Manufacturing Practices (GMP). Menurut dia, cara itu sangat efektif untuk mencegah adanya pencatutan nama kopi toraja oleh orang tak bertanggung jawab.

“Jadi peningkatan permintaan ini kerap dimanfaatkan pedagang yang tak bertanggung jawab dengan menyebut kopi luar Toraja sebagai kopi toraja. Peredaran kopi dengan merek Toraja yang tidak benar tersebut menjadi tantangan Key Coffee dalam menjaga brand image kopi toraja asli,” kata Yutaka.

Baca Juga:  Terjangkit Flu Babi, 6.000 Ekor Babi di Hong Kong Dimusnahkan

Yutaka mengatakan, kopi toraja yang selama ini diimpor perusahaan itu telah memenuhi 2 dari 8 persyaratan Sanitary and Phytosanitary (SPS) yang ditetapkan Pemerintah Jepang berupa kontrol kualitas bahan baku (raw material quality control) dan ketertelusuran (traceability).

Dengan mempertimbangkan peluang tersebut, Key Coffee berniat melakukan pengembangan investasi di Indonesia dengan menambah lahan budidaya kopi toraja. Untuk itu, perusahaan meminta dukungan penyediaan lahan yang sesuai.

Loading...