Kementan Dapat Tingkatkan Penghasilan Petani Buah Hingga Rp120 Triliun


Pertanianku – Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan Gerakan Revolusi Oranye untuk mendorong buah Nusantara bisa bersaing dengan produksi negara lain. Program ini juga bertujuan menekan impor, sehingga dapat meningkatkan penghasilan petani lokal hingga Rp120 triliun.

Kementan Dapat Tingkatkan Penghasilan Petani Buah Hingga Rp120 Triliun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Gerakan Revolusi Oranye adalah gerakan pengembangan buah Nusantara secara revolusioner dalam skala perkebunan. “Revolusi Oranye di mana arahan Bapak Presiden, kita kembangkan buah seluruh Indonesia,” jelas Amran. Seperti dikutip Liputan6 (12/5).

Amran mengatakan langkah menunjang Gerakan Revolusi Oranye ini, pihaknya akan mengembangkan lahan perkebunan mencapai 100 ribu hektar dimulai pada tahun ini. Pengembangan berlanjut hingga lahan tersebut mencapai 400 ribu hektar.

Jika pengembangan lahan ini tercapai, petani buah seluruh Indonesia diprediksi bisa mendapatkan tambahan pendapatan sekitar Rp120 triliun. “Kalau ini bisa dicapai petani dapat keuntungan tambahan kurang lebih Rp120 triliun, seluruh Indonesia,” tutur Amran.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto mengatakan, gerakan tersebut muncul dari keprihatinan maraknya buah impor di pasar lokal. Padahal Indonesia merupakan negeri yang memiliki keanekaragaman hayati dan tanah yang subur. Melalui gerakan tersebut, perkebunan buah akan ditata, tanaman buah yang ditanam akan disesuaikan dengan kondisi alam di wilayah tersebut. Selain itu juga memperbaiki bibit sehingga menghasilkan buah dengan kualitas baik.
“Selama ini menanam buah secara tersebar. Pohonnya satu dibeli bibit buah di mana tidak tahu asal usulnya setelah bertahun-tahun ada hasil, sulit penetrasi pasar karena kualitas tidak konsisten karena itu kita fokuskan,” ujar Herry.

Baca Juga:  Petani: Impor Jagung untuk Kepentingan Sesaat