Kementan Dorong Diversifikasi Singkong agar Naik Kelas

Pertanianku— Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong gerakan diversifikasi komoditas singkong untuk memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu, diversifikasi tersebut dinilai mampu mengangkat komoditas pangan nasional untuk dikenal secara luas sehingga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat dari sisi hulu hingga hilir produksi.

komoditas singkong
foto: pertanianku

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, singkong merupakan salah satu komoditas sumber pangan alternatif sebagai pengganti beras. Saat ini tanaman singkong mulai dari akar hingga daunnya dapat diolah menjadi berbagai produk turunan. Produk olahan tersebut tidak hanya bisa dikonsumsi sebagai pangan yang menyehatkan, tetapi juga bisa menaikkan kelas singkong untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Saya sangat bangga melihat Kampung Singkong ini. Singkong bisa dibuat apa saja mulai dari akar sampai daun dimanfaatkan. Saat ini tentu kenyang saja nggak cukup. Makanan juga harus sehat dan singkong ini dipastikan sehat,” tutur Syahrul saat menghadiri peresmian Kampung Singkong di Desa Ledok, Salatiga, seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Mentan meminta Pemerintah Daerah Salatiga mengembangkan daya tahan produk olahan singkong sehingga bisa menjadi oleh-oleh khas Salatiga yang mampu menjangkau pasar nasional, bahkan internasional. Hal tersebut harus didukung dengan pengembangan singkong mulai dari petani sebagai pemasok hingga diolah menjadi produk dengan skala ekonomi.

“Kita cari tahu bagaimana singkong, misalnya getuk kita bisa naik kelas lagi untuk bisa bertahan beberapa hari sehingga bisa dibawa keluar kota bahkan luar negeri. Kalau makanan harus rutin sehingga pemasoknya harus dijaga sehingga mampu menekan biaya produksi,” terang Syahrul.

Pada 2021 sasaran luas tanam singkong mencapai 695 ribu hektare dengan produksi 17,75 juta ton. Proses pengolahan pangan lokal akan melibatkan 1,6 juta rumah tangga. Penggunaan benih berkualitas dan pemupukan yang baik diperlukan untuk mendorong peningkatan produksi.

Baca Juga:  Teknologi Adaptasi dan Mitigasi untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Walikota Salatiga, Yuliyanto, mengatakan, produksi singkong di Salatiga pada 2020 mencapai 638 ton dengan luas tanam 44,6 hektare. Di tahun ini luas pertanaman singkong sudah mencapai 36 hektare.

“Kampung Singkong Salatiga ini melibatkan 33 resto atau kafe, menyajikan berbagai menu dari 8 ton singkong per hari dipasok petani,” kata Yuliyanto.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, mengatakan, Kementan terus mendorong komoditas singkong sampai produknya untuk naik kelas sehingga bisa memenuhi standar dan kualitas yang diminati pasar, termasuk hotel.