Kementan Dorong Petani Jadi Peserta AUTP Komersil


Pertanianku — Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani jadi peserta AUTP (asuransi usaha tani padi) komersil. Program AUTP yang dicanangkan Kementan sejak tiga tahun lalu diharapkan menjadi pemicu bagi petani untuk kian menyadari pentingnya berasuransi.

petani jadi peserta AUTP
Foto: Google Image

Ke depannya, petani menjadikan asuransi sebagai kebutuhan sehingga tetap berasuransi meski tak lagi mendapat subsidi premi.

Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sri Kuntarsih mengatakan, petani yang sudah mengikuti AUTP diharapkan bisa meneruskan polis asuransinya secara komersil. Bahkan, petani yang sudah tergabung dalam korporasi bisa ikut AUTP secara komersil.

“AUTP ini sebagai triger, selanjutnya alangkah baiknya petani bisa mandiri untuk mengikuti AUTP secara komersil,” jelas Sri, dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, petani tak bisa hanya mengandalkan subsidi dari pemerintah karena dana dari pemerintah itu terbatas. “Memang, program AUTP yang dikembangkan pemerintah baru berjalan tiga tahun. Pada tahun ini target AUTP yang masih disubsidi pemerintah seluas 1 juta ha. Diharapkan, jumlah petani peserta AUTP tahun ini meningkat,” jelas Sri.

Guna mendorong petani mau menjadi peserta AUTP, Kementan terus melakukan sosialisasi pengembangan asuransi tani ke sejumlah daerah. Khususnya dilakukan ke daerah-daerah yang sesuai data BMKG rawan banjir dan kekeringan, juga menyasar ke sejumlah kabupaten yang rawan serangan hama penyakit (OPT).

Sri menuturkan, daerah seperti Bojonegoro (Jawa Timur) dan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan yang rawan banjir dan kekeringan juga menjadi sasaran sosialisasi AUTP. Begitu juga beberapa wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang rawan hama wereng juga menjadi sasaran sosialisasi, agar petaninya bisa menjadi peserta asuransi pertanian.

Dalam melakukan sosialisasi, petugas dari Ditjen PSP dibantu penyuluh dan petugas POPT terjun langsung ke lapangan. Para petugas dari Dinas Pertanian, POPT, dan PT Jasindo melakukan pendataan langsung ke petani, agar proses mereka menjadi peserta AUTP lebih mudah.

Baca Juga:  Petani Muda Ini Siap Jadikan Indonesia Lumbung Pangan

“Sosialisasi terus kami lakukan di lapangan, agar target 1 juta ha bisa tercapai sebelum akhir tahun 2018,” ungkap Sri.