Kementan Dorong Petani Sawit Agar Mendunia


Pertanianku – Salah satu sumber daya alam Indonesia yang cukup potensial adalah kelapa sawit. Kelapa sawit sendiri merupakan bahan baku pembuatan minyak goreng yang merajai pasar dunia. Indonesia sendiri sebagai produsen kelapa sawit kerap melakukan ekspor ke sejumlah negara.

Foto: pixabay

Sedikitnya terdapat 4,5 juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia adalah milik petani. Untuk itu, Kementerian Pertanian RI (Kementan) berharap bisa membantu petani sawit guna membentuk asosiasi dan membangun kelembagaan ekonomi untuk membuat petani sawit di Indonesia berkembang maju hingga ke level dunia.

Upaya untuk menyatukan kelembagaan ekonomi petani kelapa sawit itu bisa dilakukan paralel dengan program sertifikasi Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO) perkebunan rakyat.

Sebuah data menunjukkan bahwa sejak dicanangkan sertifikasi RSPO pada 2004, terdapat 1,7 lalu juta hektare lahan perkebunan kelapa sawit Indonesia yang mendapat sertifikat Roundtable on Sustainable Palm Oil dari total luas 11 juta hektare. Hasil yang sangat membanggakan bukan?

Namun, hampir seluruh lahan yang mendapat sertifikat RSPO itu adalah milik perusahaan besar. Sertifikat RSPO ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing sawit Indonesia di pasar internasional serta menjamin industri sawit berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Terdapat sejumlah kendala seperti banyak petani dan perusahaan menengah, yang memiliki lahan di bawah 5.000 hektar, belum merasa penting mengikuti sertifikasi sawit berkelanjutan. Pada umumnya, petani sawit beranggapan meskipun sudah dapat sertifikat RSPO tidak mendapatkan harga sawit lebih tinggi ketimbang tanpa sertifikat.

Padahal, sertifikat RSPO sangat penting bagi pengelolaan sawit berkelanjutan dan mempunyai dampak jangka panjang hingga 50 tahun ke depan.

Baca Juga:  Indonesia Penuhi Kebutuhan Sarang Walet Tiongkok Sebesar 72 Persen
loading...
loading...