Kementan Fokuskan Produktivitas Pertanian Hingga Kesejahteraan Petani


Pertanianku — Pada Rencana Kerja Kementerian Pertanian (Kementan) 2019 difokuskan pada produktivitas padi hingga kesejahteraan petani. Hal itu seiring dengan disetujuinya pagu anggaran 2019 Kementerian Pertanian (Kementan) dalam Rapat Kerja antara Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Komisi IV DPR RI terkait penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL).

kesejahteraan petani
Foto: Dok. Pertanianku00

“Kita sudah sepakat, dan kami usul anggaran 2019 kita percepat. Dan bulan Januari awal, Insya Allah kita bisa mulai langsung bekerja,” kata Amran di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta pada Senin (22/10).

Data laporan singkat yang dibacakan Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo selaku Ketua Rapat, disetujui 4 poin kesepakatan, yakni pagu RAPBN Kementan, Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pertanian, pagu subsidi pupuk, dan rekomendasi kurang bayar subsidi pupuk tahun 2015 hingga 2017.

“Komisi IV DPR RI menyetujui pagu RAPBN Kementerian Pertanian Tahun 2019, berdasarkan hasil pembahasan Badan Anggaran DPR-RI sebesar Rp21,6 triliun,” ujar Edhy.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan sektor pertanian yang dibagi dalam 11 Eselon I, baik Direktorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal maupun badan di lingkup Kementerian.

Fokus utama masih pada pemenuhan pangan nasional, hal ini tercermin dari alokasi anggaran terbesar pada Direktorat Tanaman Pangan (Ditjen TP), yakni sebesar Rp6 triliun. Sementara, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) yang mengurusi Alat Mesin Pertanian (Alsintan), irigasi tersier dan lain-lain mendapat anggaran sebesar Rp4,9 triliun.

Selain itu, Komisi IV juga menyetujui DAK bidang pertanian 2019 senilai Rp1,9 triliun, yang terdiri atas DAK Provinsi sebesar Rp400 miliar dan DAK Kabupaten/Kota sebesar Rp1,5 triliun. Edhy juga menerangkan bahwa pagu subsidi pupuk tahun anggaran 2019 sebanyak 9.550.000 ton atau setara dengan Rp29,9 triliun, baik untuk pupuk Urea, SP-36, ZA, NPK maupun organik.

Baca Juga:  Ternyata Ini Alasan Pupuk Kimia Memicu Pemanasan Global

Dengan anggaran tersebut, Kementan memprioritaskan sejumlah kegiatan antara lain peningkatan produksi dan swasembada, lumbung pangan dan ekspor wilayah perbatasan, pengembangan dan produksi benih, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Selain itu, dipergunakan pula untuk pembangunan embung, penyediaan dan perbanyakan indukan sapi, perbaikan varietas unggul baru (vub), klaster kawasan ekonomi pertanian, hilirisasi produk pertanian, pengembangan pertanian organik, dan sinergi program lintas kementerian/lembaga.

Terkait produksi komoditas strategis, Kementan menargetkan pada 2019 pengembangan padi mencapai 84 juta ton, jagung 33 juta ton, kedelai 2,80 juta ton, bawang merah 1,41 juta ton, cabai 2,29 juta ton, bawang putih 0,079 juta ton. Selain itu, pengembangan sapi sebesar 0,57 juta ton, tebu 2,50 juta ton, kelapa 3,40 juta ton, kakao 0,96 juta ton, kopi 0,78 juta ton, dan karet 3,81 juta ton.