Kementan Fokuskan Replanting Kelapa Sawit Sulbar


Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya replanting kelapa sawit rakyat sekaligus perluasan tanam jagung di Sulawesi Barat (Sulbar) dengan sistem tumpang sari. Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat kunjungan ke Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasang Kayu, Sulawesi Barat.

replanting kelapa sawit
Foto: Pixabay

“Kita targetkan replanting sawit rakyat dengan luas 5 ribu hektare di Sulawesi Barat, nilainya 125 miliar. Bahkan bisa kita usahakan hingga 7,5 ribu hektare. Alokasi untuk Kabupaten Pasang Kayu setengahnya, yakni 2,5 ribu hektare,” jelas Amran melalui keterangan tertulis, Rabu (31/10/2018).

Replanting atau peremajaan perkebunan sawit memang tengah menjadi perhatian pemerintah. Sebab, banyak sawit yang usianya lebih dari 28 tahun, salah satunya di Sulawesi Barat ini. Usia sawit berpengaruh terhadap penurunan produktivitas hingga hanya 3 ton per hektare.

“Kita dorong peremajaan dengan skema pendanaan yang ada, yakni 25 juta per hektare. Tapi seiring proses replanting kita wajibkan petani untuk juga tanam jagung lewat tumpang sari,” ujar Amran.

Ia juga memberikan benih jagung gratis untuk lahan seluas 40 ribu hingga 50 ribu hektare di Kabupaten Pasang Kayu. Kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dan jagung ini diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif sekaligus menjaga petani tetap punya penghasilan.

Selain, peremajaan sawit dan bantuan benih jagung, Kementan juga memberikan bantuan benih kakao dan padi gratis. Sementara itu, untuk bantuan alat mesin pertanian, Amran langsung mengalokasikan bantuan terutama pompa air sebanyak 20 unit, agar bisa langsung dimanfaatkan.

“Agar tanam bisa lebih produktif, kita harus kelola air dengan baik. Kita akan kirim langsung 20 pompa untuk bisa memanfaatkan langsung sungai yang ada,” kata Amran.

Baca Juga:  Indonesia Kembangkan Pangan Lokal Menuju Lumbung Pangan 2045

Air tersebut akan diambil dari sungai yang disebut Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar sebagai terpanjang di Sulawesi.

Kementerian Pertanian juga telah mengirimkan 345 ekor sapi untuk dibagikan kepada peternak di Sulbar, khusus untuk Kabupaten Pasang Kayu sebanyak 35 ekor.

“Silakan Pemda mengatur pola pembagiannya, tapi kami berharap dilakukan berkelompok, jadi ketika sudah menghasilkan pedet (anak sapi) baru kita bagikan ke peternak,” pungkas Amran.