Kementan Gelar Tani on Stage Sosialisasi Kurban dalam Masa Pandemi

Pertanianku— Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) melakukan Sosialisasi Kurban dalam Masa Pandemi Covid-19 melalui paltform talk show Tani on Stage (TOS). Acara ini didukung oleh Biro Humas dan Informasi Publik dan diselenggarakan di pelataran parkir Gedung C Kementerian Pertanian, Selasa (21/7).

kurban
foto: pertanianku

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, mengatakan kurban tahun ini akan ada perubahan dalam tata pelaksanaannya. Kementan ingin memastikan perubahan tersebut bisa berjalan dengan baik sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman.

“TOS ini kita optimalkan untuk menyosialisasikan segala macam program dan event khusus termasuk bagaimana pelaksanaan kurban yang sesuai dengan protokol kesehatan dan ketentuan pemotongan hewan kurban,” tutur Kuntoro seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Loading...

Acara tersebut diisi oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita, yang menyampaikan pelaksanaan kurban di tengah pandemi akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan harus mempertimbangkan situasi new normal.

Pada masa new normal, masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus semakin meluas. Protokol kesehatan yang harus dipatuhi adalah mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menggunakan masker apalagi untuk yang sedang sakit, menerapkan etika batuk dan bersin yang benar, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

Pelaksanaan kurban di era new normal sudah tertuang dalam panduan Kementan tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban Dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. Panduan tersebut tertulis dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 008/SE/PK.320/F/06/2020 yang sudah diterbitkan sejak 8 Juni 2020.

Panduan yang dikeluarkan mengatur upaya penyesuaian terhadap pelaksanaan new normal dalam kegiatan penjualan hewan dan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan Ruminansia ataupun di luar Rumah Potong Hewan Ruminansia.

Baca Juga:  KKP Berikan Bantuan 1.000 Sembako untuk Nelayan NTT yang Terdampak Covid-19

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif mengatakan, penjaminan kesehatan hewan kurban pada saat ini sangat penting. Ha ini bertujuan untuk mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Oleh karena itu, dalam penyelenggaraan kurban dikeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 yang mengatur persyaratan minimal yang harus dipenuhi oleh penjual hewan kurban, pengangkut hewan kurban, dan penampung sementara di lokasi yang akan digunakan untuk pemotongan hewan kurban.

 

Loading...
Loading...