Kementan Genjot Komoditas Perkebunan yang Terbukti Mampu Bertahan di Masa Pandemi 

Pertanianku — Sektor pertanian menjadi sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun. Salah satu sektor pertanian yang berhasil tetap tumbuh adalah perkebunan. Komoditas perkebunan menjadi masa depan yang dapat menentukan arah. 

komoditas perkebunan
Foto: pixabay

“Perkebunan merupakan masa depan, ke depannya perkebunan yang menentukan, setelah ketahanan pangan terwujud. Presiden mengapresiasi capaian dan kinerja Kementerian Pertanian di masa pandemi ini. Ekspor pertanian naik karena adanya kontribusi perkebunan juga dalam kondisi pandemi COVID-19 ini perkebunan turut mengangkat perekonomian nasional. PDB pertanian mengalami kenaikan dibandingkan sektor lain,” tutur Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, seperti dikutip dari laman ditjenbun.pertanian.go.id. 

Syahrul meminta kepada jajaran Ditjen Perkebunan segera melakukan evaluasi kegiatan/program 2021. Mentan juga meminta jajaran mengidentifikasi serta memetakan program dan komoditas prioritas utama untuk perencanaan kegiatan/program 2022. Perencanaan ini diharapkan bisa membuat perkembangan komoditas perkebunan lebih baik dari tahun sebelumnya. 

“Kalau ingin menguasai pasar dunia harus bisa mempersiapkan ketersediaan stok sehingga dapat memenuhi kebutuhan. Untuk itu, harus dirancang dengan sebaik-baiknya. Tahun depan perkebunan harus bisa lebih baik lagi dibanding tahun sebelumya, semakin baik, harmonis, dan kompak karena komoditas perkebunan sebagai penopang perekonomian nasional,” papar Syahrul. 

Mentan meminta untuk menonjolkan komoditas unggulan perkebunan. Komoditas tersebut di antaranya pinang, pala, sagu, dan lainnya. Seluruh komoditas tersebut perlu dikemas semenarik mungkin agar nilai jualnya semakin bagus. Selain komoditas-komoditas tersebut, Mentan juga fokus terhadap hasil olahan komoditas perkebunan yang sangat beragam, mulai dari mi sagu, tepung sagu, gula jagung, dan lain-lain. 

Mentan juga berharap kopi dan kakao Indonesia semakin terkenal di pasar dunia. Syahrul menginginkan setiap warung atau kafe memiliki kopi atau cokelat asal Indonesia. 

Tahun depan, sektor pertanian tidak hanya kuat di tanaman pangan, tetapi juga di perkebunan. Mentan meminta jajarannya untuk memperkuat dan meningkatkan kembali upaya, strategi, inovasi, dan kreativitas. 

Plt. Direktur Jenderal Perkebuanan, Ali Jamil, mengatakan, realisasi kegiatan komoditas perkebunan diharapkan mencapai 95 persen pada November–Desember.

Baca Juga:  Balitbangtan Kembangkan Aplikasi Pendeteksi Mutu Beras Berbasis Android