Kementan Imbau Petani Percepat Masa Tanam

Pertanianku – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mengimbau petani di daerah Jawa Barat untuk mempercepat musim tanam gadu pada April hingga September 2017. Target penanaman sekitar 1,1 juta hektare ini baru dilakukan penanaman sekitar 130 ribu hektare. Hal tersebut dikarenakan kendala yang kerap dialami oleh para petani seperti hama, yang membuat petani sering menunda penanaman.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian yang juga Ketua Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan Jawa Barat, Banun Harpini. Meskipun sudah memasuki musim gadu, curah hujan masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah menilai percepat tanam bisa dilakukan. Karenanya, petani didorong untuk tak menunda tanam lagi.

“Namun, kendala terbesarnya ada di petani. Yaitu, kebiasaan tunda tanam. Seperti di Karawang ini,” kata Banun, seperti melansir Republika, (2/5).

Alasan utama petani Karawang tunda tanam, yaitu untuk memutus siklus hama. Terutama, wereng. Padahal, lanjut Banun, berdasarkan penelitian, hama wereng bisa dicegah. Asal, petani bisa mengubah kebiasaan menggunakan benih padi lama dengan benih yang tahan hama.

Salah satu kebiasaan petani Karawang menunda tanam, istilahnya kemean. Jadi, mereka akan menunda tanam selepas panen musim rendeng. Tak tanggung-tanggung, tunda tanam ini berlangsung sampai dua bulan.

Lebih lanjut Banun mengatakan, balai penelitian sudah merilis sejumlah varietas padi yang tahan terhadap wereng seperti Inpari 32. Varietas ini sudah dipakai petani di Majalengka. Hasilnya sangat bagus. Musim tanam rendeng kemarin tak ada yang terserang hama. Bahkan, produksinya juga tak kalah bagus dari varietas Ciherang, yaitu mencapai 7,8 ton gabah kering pungut (GKP).

“Kalau persoalan air, Karawang cukup bagus dibanding daerah pantura lain. Karena suplai dari Waduk Jatiluhur,” ujarnya.

Jadi, tak ada alasan lagi untuk menunda tanam. Karena, biar bagaimanapun Karawang merupakan wilayah lumbung padi nasional. Ada 97 ribu areal baku sawah di wilayah ini. Khusus untuk program percepat tanam, target 30 ribu hektare, yang sudah mencapai 10 ribu hektare.

Sementara itu, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jabar, Liferdi, mengatakan, sebenarnya ada sejumlah varietas padi yang tahan wereng seperti Inpari 13, Inpari 31, Inpari 32, dan Inpari 33. Varietas ini sudah diujicobakan di Majalengka. Kalau di Karawang belum ada petani yang memakainya.

“Kita menyarankan ke instansi terkait di Karawang, supaya dibuatkan demplot. Supaya, petani mau menggunakan varietas ini,” tutupnya.

loading...
loading...