Kementan Imbau Petani Tak Jual Gabah Lembaga Ini


Pertanianku – Guna memaksimalkan pemanfaatan bantuan subsidi dari pemerintah, Kementerian Pertanian RI (Kementan) menekankan semua itu perlu dilakukan guna mewujudkan kesejahteraan pribadi ataupun kelompok petani di tanah air.

Foto: Pixabay

“Revitalisasi kelembagaan termasuk juga meningkatkan kemampuan untuk membentuk jejaring usaha bisnis dengan mitra kerja pemerintah yang berkaitan dengan bantuan petani,” jelas Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alam melalui siaran resmi, seperti mengutip Republika (10/8).

Dengan membangun kelembagaan yang baik, para petani tidak akan tergiur dengan pembelian gabah yang kerap dilakukan perusahaan besar. Bahkan, Nur Alam mencontohkan praktik bisnis salah satu produsen besar, yakni PT Indo Beras Unggul (IBU), selisih harga gabah antara pembelian pemerintah hanya Rp1.200 per kilogram (kg). Harga pembelian pemerintah sebesar Rp3.700 per kg, sedangkan harga pembelian oleh pengusaha sebesar Rp4.900 per kg.

Selisih tersebut menurutnya tidak sebanding dengan biaya tunggu petani selama tiga bulan sejak masa tanam sampai panen. “Nilai selisih harga sebesar Rp400 per kg per bulan sangat tidak fleksibel terhadap kebutuhan hidup sehari-hari petani,” paparnya.

Nilai tersebut belum termasuk biaya yang dikeluarkan petani untuk membayar harga sarana produksi padi (saprodi). Ia melanjutkan, pengusaha sepantasnya membeli barang petani sebesar Rp6.000—Rp8.000 per kg gabah kering panen (GKP) jika memang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian petani.

“Apabila di bawah harga tersebut, berarti pengusaha hanya bersifat sebagai pencari untung semata,” terang Nur.

Baca Juga:  Provinsi Lampung Menargetkan Produksi Gabah Lampung 4,6 Juta Ton
loading...
loading...