Kementan Imbau Peternak Terapkan Langkah Pencegahan Penyakit PMK

Pertanianku — Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dicegah melalui beberapa langkah. Pencegahan ini sangat penting dilakukan oleh peternak guna memutus rantai penularan penyakit sehingga jumlah ternak yang terinfeksi akan semakin berkurang. Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hewan mengimbau peternak untuk menerapkan langkah pencegahan penyakit PMK yang sudah direkomendasikan.

penyakit PMK
foto: pertanianku

Langkah pencegahan penyakit PMK disampaikan langsung oleh Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, dalam siaran pers yang dirilis pada (30/05). Dalam siaran pers tersebut, peternak diimbau untuk tidak memasukkan ternak baru, terutama dari daerah wabah dan membatasi lalu lintas orang yang keluar-masuk kandang.

“Bagi peternak yang hewannya sudah ada yang terinfeksi agar memastikan ternaknya tidak kemana-mana. Tetap tinggal di kandang agar tidak menulari ke peternakan lain. Petugas akan memberikan obat hewan seperti vitamin untuk memulihkan kondisi tubuh ternak,” tutur Nuryani seperti dilansir dari laman ditjenpkh.pertanian.go.id.

Langkah pencegahan berikutnya yang perlu dilakukan ialah penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan, dan perlengkapan kerja dengan disinfektan secara rutin. Selanjutnya, peternak diimbau untuk tidak menjual ternak yang sakit.

Nuryani menyarankan agar peternak melakukan upaya meningkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki mutu pakan dan memberikan terapi supportif. Penyakit PMK bukan zoonosis, tetapi mudah menular ke hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, domba, kambing, dan babi. Selain itu, hewan berkuku belah juga rentan tertular penyakit ini. Berdasarkan pengamatan, hewan yang sudah tertular mengembuskan partikel virus.

“Virus PMK dapat masuk ke tubuh hewan peka melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi terutama melalui aerosol dan dengan benda-benda terkontaminasi seperti pakaian, sepatu, dan kendaraan. Hal seperti ini peternak mesti tahu,” terang Nuryani.

Nuryani mengingatkan peternak agar segera melaporkan kepada petugas bila ternaknya menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada PMK. Beberapa gejala klinis yang kemungkinan muncul adalah lepuh atau vesikel dan erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut, baik di gusi maupun pipi bagian dalam, serta di sela kuku dan ambing.

Baca Juga:  Cara Mengolah Limbah Sawit Jadi Pakan Sapi

Hewan yang sudah terinfeksi kemungkinan dapat mengalami demam sekitar 40C, depresi, hipersalivasi atau keluarnya air liur secara berlebihan, penurunan nafsu makan dan berat badan, serta berkurangnya produksi susu.