Kementan Imbau Peternak Unggas Terapkan Animal Welfare


Pertanianku – Saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau kepada seluruh peternakan unggas di tanah air untuk membenahi manajemen pemeliharaan dengan menerapkan prinsip animal welfare. Prinsip ini diterapkan guna mendorong produksi unggas lokal. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan I Ketut Diarmita.

Penandatanganan Kesepakatan bersama Pengembangan Usaha Peternakan Unggas Lokal di Kabupaten Kutai Timur yang dilakukan antara General Manager PT Kaltim Prima Coal, dihadiri oleh I Ketut Diarmita selaku (Ditjen PKH), Bupati Kutai Timur, dan Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli).

Dalam siaran pers seperti mengutip Republika, (6/3), I Ketut Diarmita menyampaikan, kerja sama yang dilakukan harus ada implementasinya. “Kita dorong unggas lokal untuk dapat berdaya saing,” ungkapnya.

Lebih lanjut I Ketut Diarmita mengungkapkan permasalahan perunggasan nasional saat ini adalah adanya kelemahan manajemen pemeliharaan. Masalah itu tentu harus dibahas dan diselesaikan secara bersama. Oleh karena itu, dia berharap, penandatangan kesepakatan bersama dapat menjadi salah satu solusi dalam menghadapi permasalahan unggas yang ada di Indonesia.

Pada bagian lain I Ketut Diarmita menyampaikan, Kementan menginginkan agar Gross Domestic Product (GDP) Indonesia bisa meningkat. Pelaku industri perunggasan diminta untuk melakukan ekspor, terutama perusahaan integrator.

“Guna mendapatkan persetujuan dari negara calon pengimpor, maka ayam hidup harus berasal dari peternakan ayam yang telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas flu burung (Avian Influenza/AI) dari Kementan.

Perdagangan antarnegara saat ini, kata I Ketut Diarmita, menuntut adanya informasi tentang bagaimana hewan dipelihara, diangkut, dan disembelih. Dengan begitu, penerapan kesejahteraan hewan dituntut untuk melekat pada informasi produk hewan yang dijual.

“Tanpa dukungan masyarakat, sulit rasanya mencapai kemajuan dalam memberlakuan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan untuk meningkatkan daya saing produk hewan di Indonesia,” papar I Ketut Diarmita.

Baca Juga:  Menekan Biaya Pakan dengan Enzim
loading...
loading...