Kementan Jadikan Museum Tanah sebagai Ikon Kota Bogor


Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau Museum Tanah pada Rabu (21/11) di Bogor. Museum Tanah ini akan dijadikan sebagai ikon Kota Bogor dan cikal bakal Museum Pertanian.

Museum Tanah
Foto: Google Image by Langit Kelabu

Amran yang didampingi oleh Leli Nuryati Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian berkesempatan mengelilingi lokasi yang akan dijadikan Museum Pertanian. Amran berharap museum ini nantinya dapat menggambarkan kondisi pertanian masa lalu, kebijakan dan program pertanian saat ini, dan mimpi pembangunan pertanian masa depan. Ini sesuai dengan tema museum, yaitu Linking the Past to the Future.

Di museum ini nantinya akan menampilkan juga perjalanan 28 Menteri dan Wakil Menteri yang berperan dalam sejarah pembangunan pertanian. Selain itu, berbagai koleksi alat-alat pertanian yang digunakan akan dipamerkan di sini.

“Pada saat ini sedang dilakukan pengumpulan serta penataan koleksi. Koleksi dikumpulkan dari berbagai daerah dengan berbagai komoditas maupun ekosistem pertanian. Jika diamati, perbedaan ekosistem mempengaruhi desain alat budidaya. Bentuk cangkul dari daerah kering berbeda dengan cangkul yang digunakan di daerah basah,” ujar Amran.

“Bentuk arit juga beragam sesuai komoditas dan kegunaannya masing-masing. Begitu pun berbagai bentuk penyimpan hasil pertanian, berupa silo lumbung dan sebagainya,” tambahnya.

Menurut Amran, alat-alat pertanian tradisional masih digunakan di beberapa tempat. Alat tersebut dapat menggambarkan bagaimana pada zaman dahulu budidaya pertanian dilakukan. Hal ini menjadi bukti bahwa walaupun Kementan sangat serius melakukan modernisasi pertanian dengan penggunaan alat mesin, warisan budidaya tetap harus terpelihara dengan baik.

“Masih banyak artefak pertanian yg tersebar di seluruh Indonesia yang perlu kita lestarikan,” ungkapnya.

Posisi Museum Pertanian ini cukup strategis, yaitu berada di pusat Kota Bogor yang berhadapan langsung dengan pintu utama Kebun Raya dan Museum Zoologi. Oleh karena itu Amran berharap museum ini dapat menyedot ratusan pengunjung per hari. Selain itu, bangunan museum yang bergaya heritage bernilai historis menjadi daya tarik tersendiri dan mampu menjadikan museum ini menjadi destinasi wisata yang unik.

Baca Juga:  Peluang NTT untuk Kembangkan Peternakan Lahan Kering

“Museum ini dirancang untuk semua kalangan masyarakat, dalam pelaksanaannya nanti akan ada spot-spot khusus untuk generasi millenial dan anak-anak. Diperkirakan pada bulan Maret 2019, Museum Tanah dan Pertanian siap di-launching,” pungkas Amran.