Kementan Lakukan Strategi Optimalisasi Lahan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan

Pertanianku — Musim kemarau sudah tiba di Indonesia, beberapa wilayah diprediksi akan mengalami kekeringan yang akan memengaruhi produksi pangan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Kementerian Pertanian melakukan strategi optimalisasi lahan pekarangan masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.

lahan pekarangan
foto: pertanianku

Menurut Mentan Syahrul Yasin Limpo, pekarangan dapat menjadi tempat yang potensial untuk dimanfaatkan agar menghasilkan pangan di tengah krisis pangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Kementan menggelar kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang tersebar lebih dari 3.800 titik di seluruh Indonesia.

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan mendorong percapatan pelaksanaan P2L seperti pembangunan rumah bibit dan penanaman tanaman sayuran di demplot pekarangan untuk mengejar panen yang akan jatuh pada musim kemarau.

Loading...

Menurut kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi, masyarakat dapat mengatasi krisis pangan yang terjadi pada musim kemarau dengan menyediakan pangan sendiri, masyarakat bisa memenuhi sebagian kebutuhan dengan memproduksi sendiri bahan pangan yang dibutuhkan.

“Kekuatan ketahanan pangan menghadapi kondisi pandemi dan kekeringan mendatang terletak di ketahanan pangan keluarga, karena itu kita dorong masyarakat untuk mampu memproduksi pangan sendiri dari pekarangan mereka,” tutur Agung seperti dilansir dari laman pertanian.go.id.

Saat ini sudah banyak masyarakat yang melakukan antisipasi kekeringan dengan memproduksi pangan sendiri dari pekarangan. Seperti di Kecamatan Cibodas Kabupaten Bandung Barat. Ketua KWT Binama, Ratna mengatakan, anggota kelompoknya sudah membuat kolam kecil di pekarangan rumah untuk menampung air limbah rumah tangga.

Air limbah yang tertampung tersebut akan difilter atau disaring dengan menggunakan arang dan ijuk agar layak untuk mengairi tanaman.

“Air limbah buangan rumah tangga pun kita manfaatkan ya, selain itu di sini di juga sebenarnya ada sumber air dan kami ada rencana menarik air dari sana juga dengan menggunakan sistem klep tanpa listrik,” ujar Ratna.

Baca Juga:  Restocking Benih Rajungan untuk Menjaga Populasi di Alam

Di KWT Seruni di Keluarahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Deily Mende selaku Ketua KWT tersebut mengatakan anggota kelompoknya sudah membangun kebun bibit seluas 4×5 m dan kebun demplot pada lahan pekarangan seluas 20 × 20 m. Kebun bibit tersebut terisi oleh berbagai jenis sayuran yang sering digunakan oleh masyarakat.

Selain dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, kegiatan P2L ini bisa menjadi penghasilan tambahan masyarakat karena sayuran dan bibitnya dapat dijual.

 

Loading...
Loading...