Kementan Luncurkan Santri Tani Milenial


Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan Gerakan Santri Tani Milenial di Tasikmalaya pada Jumat (25/1) lalu. Gerakan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan minat generasi muda terhadap pertanian dan sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia pertanian.

Santri Tani Milenial
Foto: Google Image

“Alhamdulillah ada energi baru untuk pertanian kita, santri milenial yang jumlahnya 4 juta seluruh Indonesia. Kita sudah buat peraturan agar mereka bisa akses langsung ke Kementerian tanpa prosedur yang berbelit. Salah satu bantuan adalah kita alokasikan 1 juta ayam untuk seluruh pesantren,” kata Amran dalam sambutan bertajuk Launching Santri Tani Milenial di Lapangan Pasar Munding, Desa Kamulyaan, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya pada Jumat (25/1).

Gerakan Santri Milenial merupakan bagian program Gerakan Petani Milenial yang menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia pertanian. Sejumlah perwakilan pondok pesantren menghadiri acara ini. Dalam kesempatan tersebut Kementan memberikan bantuan benih unggul padi, jagung, dan tanaman hortikultura.

Selain itu, Kementan juga memberikan bantuan ternak antara lain 102 ekor sapi, 500 ekor kambing/domba, dan 10.000 ekor ayam. Ada pula bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa 10 hand tractor. Jumlah ini masih terus berkembang sambil melakukan pendataan potensi pesantren-pesantren yang ada.

“Kegiatan ini tidak sekadar seremonial karena bantuan dan pelatihan yang dilakukan konkret dan akan dimonitoring oleh unit-unit pelaksana teknis. Harapannya, pesantren bisa mendorong produktivitas pertanian dan menghasilkan banyak entrepreneur muda bidang pertanian ketika kembali ke masyarakat,” papar Amran.   

Nantinya, lanjut Amran, akan ada 15 ribu santri dari seluruh Indonesia yang akan mendapat pelatihan agribisnis untuk menerapkan usaha modern pertanian dari hulu ke hilir. Hal ini juga upaya serius Kementan meregenerasi sektor pertanian. Sebab, kebutuhan pangan di masa depan tentunya akan semakin besar sejalan dengan pertumbuhan penduduk.

Baca Juga:  Merasa Dikhianati Nelayan, Menteri Susi Enggan Berkunjung

Data Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengungkapkan Gerakan Petani Milenial ini sendiri melibatkan satu juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok petani. Mereka tersebar di seluruh provinsi di Indonesia dan dibagi dalam zona kawasan jenis komoditas pertanian. 

“Jumlah petani milenial setiap provinsi berbeda-beda berdasarkan jumlah petani yang tergolong ke dalam usia milenial, yaitu 19—39 tahun. Atau, petani yang tidak berada dalam range umur tersebut tetapi berjiwa milenial, tanggap teknologi digital, tanggap alsintan, dan mempunyai lahan,” kata Kepala BPPSDMP Momon Rusmono.