Kementan Percepat Bantuan untuk Amankan Produksi Pertanian Antisipasi Musim Kemarau

Pertanianku — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta kepada jajarannya untuk melakukan berbagai upaya guna beradaptasi dan mitigasi dampak perubahan iklim. Sesuai dengan arahan tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, menjelaskan, pihaknya telah menggelontorkan fasilitas sarana dan prasarana untuk mengamankan produksi komoditas hortikultura di musim kemarau yang akan datang.

musim kemarau
Foto: Pixabay

“Kami sudah menyiapkan anggaran untuk bantuan dampak perubahan iklim (DPI) dari pompa air sampai teknologi hemat air yang sesuai dengan kebutuhan wilayah setempat untuk antisipasi musim kemarau,” tutur Prihasto seperti dilansir dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Plh. Direktur Perlindungan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari, menjelaskan, bantuan tersebut diharapkan dapat mengamankan produksi bawang merah dan aneka cabai pada saat kondisi off season. Direktorat Perlindungan Hortikultura juga akan bekerja sama dengan BPTPH 33 Provinsi dan POPT yang tersebar di lapangan untuk mengawal langkah antisipasi perubahan iklim.

Kepala BPTPH Provinsi Jawa Tengah, Herawati, menyebutkan, bantuan yang diberikan oleh Ditjen Hortikultura telah diberikan kepada 8 kabupaten, yakni Klaten, Brebes, Kendal, Rembang, Magelang, Demak, Banyumas, dan Kebumen. Bantuan tersebut berupa fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok, mulai dari pompanisasi, pipanisasi, tandon, hingga sumur bor sederhana.

Penggunaan sarana bantuan untuk menghadapi musim kemarau di tengah dampak perubahan iklim akan dikawal oleh Koordinator Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam bersama POPT. Koordinator Dampak Perubahan Iklim dan Bencana Alam, M. Agung Sunusi, mengatakan, distribusi fasilitas tersebut sudah hampir selesai sebelum musim kemarau tiba, terutama untuk lokasi Kabupaten Magelang dan Kebumen yang menjadi salah satu sentra penghasil cabai di Jawa-Bali.

Agung menjelaskan berdasarkan data prediksi BMG, tiga bulan ke depan beberapa sentra produksi cabai dan bawang merah dalam kondisi aman dari banjir dan kekeringan. Curah hujan di kawasan tersebut rata-rata berada pada kisaran 115–270 mm/bulan. Namun, pada Juli beberapa sentra bawang merah seperti di Kabupaten Pati dan Demak perlu waspada terhadap kekeringan, sedangkan sentra cabai masih terpantau aman.

Baca Juga:  Cara Pengapuran Tanah yang Masam

Ketua Kelompok Tani Krajan di Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Taat Budiarto mengungkapkan, selama ini Poktannya sering mengalami permasalahan ketersediaan air dan sumur bor yang selanjutnya dialirkan dengan pompa.