Kementan Siap Alokasikan Pupuk Subsidi Sebesar Rp31 Triliun

0

Pertanianku – Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk para petani sebesar Rp31,326 triliun. Alokasi tersebut dianggarkan untuk 8,55 juta ton pupuk dengan tambahan 1 juta sebagai cadangan.

Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Muhrizal Sarwani mengatakan, subsidi pupuk terus dilakukan bahkan meningkat. Diakuinya rata-rata kenaikan subsidi pada 2004—2015 sebesar 38 persen.

“Kenaikan subsidi pupuk terutama karena kenaikan harga gas,” kata Muhrizal, seperti melansir Republika (3/3).

Muhrizal mengatakan subsidi pupuk sudah ada sejak 1970 yang juga diterapkan di negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat. Subsidi pupuk dilakukan untuk mendorong tingginya produksi panen para petani.

Berdasarkan data Kementan, penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan 24 Februari 2017 telah mencapai lebih dari 1,3 juta ton. Itu artinya realisasinya sudah 83,95 persen untuk Februari saja.

“Tapi dalam setahun baru 15,94 persen,” ujar Muhrizal.

Dengan adanya pubuk bersubsidi, petani cukup membayar Rp1.790 atau Rp1.800 per kg urea untuk mendapatkan pupuk dengan harga pasar Rp4.800 per kg. “Pemerintah memberi subsidi Rp3.010 per kg,” ungkapnya.

Namun, pemberian subsidi pupuk tampaknya tidak berlangsung selamanya. “Kemenko perekonomian merancang roadmap apakah tetap melakukan subsidi pupuk atau mencabutnya,” tambahnya.

Saat ini pihaknya dan Kementerian Koordinator Perekonomian tengah menggodok skema baru untuk memudahkan akses pupuk terjangkau bagi petani, salah satunya melalui Kartu Tani.

loading...
loading...