Kementan Siap Garap Food Estate di Pulang Pisau

Pertanianku — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa food estate merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu wilayah yang kini sedang digarap adalah Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

food estate
foto: unsplash

Food estate di Kalimantan Tengah akan dikembangkan sebagai pusat pertanian pangan dan cadangan logistik strategis untuk pertahanan negara. Selain itu, food estate menjadi langkah nyata dari pemerintah unutk menjaga ketahanan pangan,” papar Mentan Syahrul seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Beberapa waktu lalu, sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) jenis hand tractor dan traktor roda 4 sudah tiba di daerah Pulang Pisau. Alsintan tersebut akan digunakan untuk memaksimalkan program yang sedang digarap oleh pemerintah pusat.

Loading...

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy, mengatakan bahwa bantuan berupa hand tractor dan traktor roda 4 diberikan agar pengelolaan lahan dapat berjalan lebih cepat dan optimal.

“Kementerian Pertanian sangat serius dalam menggarap program food estate. Oleh karena itu, kita gelontorkan bantuan seperti hand tractor dan traktor roda 4 agar pengelolaan lahan menjadi lebih cepat sehingga proses tanam juga bisa dipercepat,” jelas Sarwo.

Sarwo Edhy menjelaskan, tidak hanya satu komoditas pertanian yang akan ditanam, proyek ini akan menanam tanaman hortikultura, perkebunan, dan juga menjalankan peternakan seperti ikan dan itik.

“Jadi, ketika panen dilakukan di lahan food estate, bukan hanya komoditas padi yang bisa didapat petani. Tetapi juga mendapatkan tanaman hortikultura seperti jeruk, pepaya, dan bisa disesuaikan dengan daerah setempat. Mereka juga bisa tanam perkebunan seperti kelapa dan lainnya,” ujar Sarwo.

Sarwo Edy menjelaskan, saat ini persiapannya sudah berjalan sesuai dengan rencana. Kalimantan Tengah memiliki potensi sebesar 164.000 hektare lahan, 85.000 hektare lahan di antaranya merupakan intensifikasi dan 79.000 hektare lainnya merupakan lahan ekstensifikasi.

Baca Juga:  Bantuan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Produktivitas Nelayan

“Sedangkan untuk tahun 2020, sesuai keputusan Rakortas di tingkat Menko, ditetapkan 30.000 hektare untuk digarap di tahun 2020 yang merupakan lahan intensifikasi,” tambah Sarwo.

Alsintan yang dikirim ke Pulang Pisau digunakan untuk penanaman di 10 ribu hektare pada musim tanam September 2020 ini.

Loading...
Loading...