Kementan Siap Naikkan Nilai Ekspor 7 Komoditas Perkebunan

Pertanianku — Peningkatan ekspor pertanian hingga tiga kali lipat merupakan salah satu target yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasim Limpo. Demi mewujudkan target tersebut, Kementerian Pertanian mengadakan program Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Peningkatan ekspor difokuskan pada 7 komoditas perkebunan.

7 komoditas perkebunan
foto: pixabay

Tujuh komoditas yang menjadi perhatian khusus Kementerian Pertanian adalah kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili.

“Pak Mentan meminta kami menyeleksi komoditas yang akan menjadi fokus untuk peningkatan ekspor perkebunan. Dari 137 komoditas, kami seleksi menjadi 10 komoditas, lalu kami pilih lagi hingga menjadi 7 komoditas perkebunan, yaitu kopi, kakao, kelapa, jambu mete, lada, pala, dan vanili. Ketujuh komoditas ini dipilih karena dinilai paling strategis untuk diakselerasi,” ungkap Direktorat Jenderal Perkebunan Kasdi Soebagyono seperti dikutip dari laman Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Loading...

Dalam melaksanakan program ini, Kementerian Pertanian akan menggandeng beberapa pihak yang dirasa dapat membantu pemerintah untuk mewujudkan program ini, seperti BUMN dan swasta. Pengembangan komoditas-komoditas perkebunan yang difokuskan dinilai strategis dikoordinasikan dalam kerangka Gerakan Peningkatan Produksi, Nilai Tambah dan Daya Saing Perkebunan (Grasida).

Untuk mendukung sektor pembiayaan, Kementerian Pertanian tidak sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Kasdi menjelaskan bahwa Kementan akan bekerja sama dengan institusi perbankan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, red). APBN dan APBD hanya stimulan. Kita butuh instrumen perbankan untuk pembiayaan pertanian, termasuk perkebunan,” tutur Kasdi.

Salah satu cara pembiayaan yang akan diadopsi untuk mendukung program ini adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Nantinya, sektor pertanian akan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp50 tirilun.

Baca Juga:  Tantangan Petani di Tengah Pandemi dan Resesi Ekonomi
Loading...
Loading...