Kementan Siapkan EWS untuk Antisipasi Fluktuatif Harga Cabai

Pertanianku — Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memberikan arahan kepada Ditjen Hortikultura untuk mengendalikan gejolak harga cabai di tengah puncak musim basah dan iklim basah, khsusnya cabai rawit. Direktorat Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto menjelaskan bahwa telah ada beberapa program yang akan dilakukan guna menjaga stabilitas harga cabai.

harga cabai
foto: Pertanianku

“Kami sampaikan bahwa berbasis Early Warning System (EWS) aneka cabai yang kita susun hingga lima bulan ke depan memang menunjukkan terjadinya penurunan surplus pada bulan Februari, namun akan kembali meningkat surplusnya di akhir Maret. Selanjutnya, diprediksi akan terjadi panen raya di bulan April sampai Juli,” papar Prihasto seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Saat ini faktor alam dan curah hujan yang tinggi sejak Desember atau fenomena La Nina menjadi salah satu penyebab gejolak harga cabai yang tidak bisa dikendalikan. Curah hujan yang tinggi langsung berpengaruh terhadap proses produksi cabai dan proses distribusi dari wilayah produsen ke wilayah konsumen.

“Hujan juga menyebabkan banjir di beberapa wilayah sentra dan jalur distribusi. Salah satunya di Kabupaten Malang, Lumajang, Nganjuk, dan Probolinggo. Lahan cabai di daerah tersebut tergenang akibat hujan yang tidak berhenti sejak Minggu (14/2) malam,” jelas Prihasto.

Ditjen Hortikultura telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengendalikan harga cabai, seperti melakukan usaha pengendalian UPT, menyediakan bantuan biaya untuk mendistribusikan produk dari daerah yang tengah panen ke daerah yang membutuhkannya.

Distribusi tersebut dapat dilakukan melalui dua cara, yakni menggunakan truk ekspedisi dan mengirim truk pendingin pada pengiriman yang sudah direncanakan. Produsen dapat mengajukan reimburse biaya distribusi dengan truk ekspedisi. Sementara itu, jika ingin menggunakan truk pendingin, produsen dapat menghubungi Ditjen Hortikultura untuk menjemput produk dan mendistribusikan ke daerah yang sudah dituju.

Baca Juga:  Sederet Tips Sukses Budidaya Sayur Organik

Ditjen Hortikultura juga telah memfasilitasi rumah produksi, alat-alat pengering, alat pengolahan pasta bawang atau pasta cabai, dan menyediakan aplikasi penjualan daring untuk produk segar dan olahan secara gratis. Produsen dapat mengakses aplikasi tersebut melalui platform hortitraderoom.com. Selain itu, pemerintah mengajak pihak swasta dan BUMN untuk menyerap produk dari petani.


loading...