Kementan: Target Tanam Bawang Putih 2019 di Banyuwangi 770 Hektare


Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) optimis target tanam bawang putih 2019 di Banyuwangi seluas 770 hektare dapat tercapai. Ini terlihat dari capaian realisasi tanam bawang putih seluas 410 hektare yang terdiri atas 150 hektare program APBN dan 260 hektare dari wajib tanam tiga perusahaan yakni CV Sinar Padang Sejahtera, CV Anugerah Agro Nusantara Sukses, dan PT Lumbung Mineral.

tanam bawang putih
Foto: Pixabay

“Potensi areal tanam di Banyuwangi 1.200 hektare baik untuk lahan ketinggian di atas 800 m dpl dan ketinggian medium. Sesuai arahan Mentan Andi Amran Sulaiman untuk menggenjot produksi menuju swasembada 2021, target tanam Bawang putih 2019 Banyuwangi 770 hektar,” kata Dirjen Hortikultura, Suwandi dalam kunjungannya di Kecamatan Licin, Banyuwangi (27/1) seperti dikutip dari Republika.

Bawang putih periode tanam 2018 seluruhnya akan menjadi benih dan akan ditanam pada 2019 di lahan seluas 770 hektare. Dari luasan ini sebagian benih akan dijual ke Solok, Jambi, NTT, dan daerah lainnya.

“Tanam dan hasilnya dijadikan benih lagi ini terus berlanjut hingga pada tahun 2021 diharapkan sudah mencapai swasembada bawang putih,” ujarnya.

Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Banyuwangi Choiri mengatakan, petani bawang putih menunjukkan semangat menanam dan mensukseskan program ini. Dinas Pertanian juga sangat aktif melakukan mendampingi para petani untuk berproduksi dan memproses menjadi benih.

“Hasilnya pada 2018 kemarin sudah menghasilkan benih 385 ton dan sudah disebar hasil dan sebagian dijual harga benih Rp40 ribu per kilogram di petani,” tuturnya.

Tono dari CV Sinar Padang Sejahtera mengatakan, ketika  awal membuka lahan bawang putih, biaya budidaya yang dikeluarkan Rp80 juta per hektare. Tanam kedua dan berikut sudah menjadi Rp40 juta per hektare.

Baca Juga:  Tiga Varietas Jahe Paling Populer di Pasaran

“Waktu kemarin 2018 tanam 145 hektare melibatkan tenaga kerja petani sekitar 600 hingga 700 orang per hari, kalau panen 1.050 petani. Upah harian dibayar sesuai standar sekitar sini,” ucapnya.

Saat ini yang ditanam jenis bawang putih lembu kuning dan lembu hijau benih 500 sampai 600 kg per hektare. Produktivitasnya 7 sampai 8 ton per hektare. Jika diproses dijadikan benih, keuntungan per hektare bisa mencapai Rp15 sampai Rp20 juta.

“Kami melihat ini tanam bawang putih menguntungkan dan kami optimis untuk terus dilanjutkan dan diperluas arealnya,” tegas Tono.