Kementan Tetapkan Rembang Jadi Kawasan Mangga Arumanis

Pertanianku — Kabupaten Rembang memang sudah sejak lama dikenal sebagai salah satu sentra mangga arumanis. Lokasi kebun mangga ini tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Kragan, Pancur, Lasem, Sluke, dan Sulang. Kontur geografis Kabupaten Rembang yang berada di ketinggian 60—90 mdpl cocok sebagai lahan budidaya mangga arumanis. Oleh karena itu, Kementan menetapkan Kabupaten Rembang jadi kawasan mangga arumanis.

sentra mangga arumanis
Foto: instagram arumanismango

Desti Muryadi, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Rembang menuturkan sentra produksi mangga tersebar merata. Selain itu, produktivitas pohon mangga di kabupaten ini juga cukup tinggi, mencapai 5 kuintal per pohon.

“Produktivitas pohon berumur 15—20 tahun bisa mencapai 5 kuintal per pohon. Bisa dibilang jumlah tersebut bernilai prestasi mengingat petani mangga di Kabupaten Rembang hanya mengandalkan pengairan tadah hujan,” ujar Desti.


Loading...

Di Kecamatan Kragan terdapat klaster mangga yang membantu pemasaran mangga segar. Adanya klaster ini membantu petani untuk memanfaatkan mangga off-grade (kurang layak jual) untuk dijadikan bahan utama olahan pangan lainnya, terutama pada industri-industri kecil (rumahan).

Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Karman, asal Desa Kerep, Kecamatan Sulang menyebutkan sudah ada 70 hektare kebun mangga dan masih tersedia lahan seluas 30 hektare yang belum digarap.

“Di wilayah Desa Kerep setidaknya ada 70 hektare kebun mangga. Masih ada potensi lahan yang tersedia seluas 30—40 hektare. Kalau mau dikembangkan lagi masih sangat bisa, petani juga senang tanam mangga,” kata Karman.

Selain berkebun mangga, Karman juga merangkap sebagai pengepul mangga yang memasok pasar Semarang dan Yogyakarta. Dua kali dalam seminggu Karman mengirim mangga rata-rata 12 ton ke berbagai pasar di Yogyakarta tersebut.

“Sementara pengiriman ke Semarang dilakukan seminggu sekali dengan kapasitas 6 ton. Harganya berkisar Rp6.000—Rp10.000 per kg tergantung ukuran atau grade-nya,” terang Karman.

Baca Juga:  Langkah-langkah Pemeliharaan Tanaman Stroberi

Sementara itu, Ketua Gapoktan Ngudi Mulyo, Sutrimo asal Desa Sendang Asih, Kecamatan Asem membenarkan bahwa pemasaran mangga arumanis asal Rembang sudah meluas meliputi Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang.

“Melalui jaringan para pengepul yang berada hampir di setiap kecamatan, mangga arumanis Rembang bisa menjangkau pasar yang luas. Jaringan pemasaran tersebut, selama 11 tahun lebih mampu bertahan bahkan berkembang. Kuncinya, antarpetani kompak dan bekerja sama dengan pengepul atau pedagang saling menjaga kepercayaan,” jelas Sutrimo.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman, mengatakan bahwa Kementan berkomitmen untuk mendukung pengembangan mangga arumanis di Kabupaten Rembang.

“Tahun 2020, sesuai rancangan Grand Design Hortikultura, akan kita perluas kawasan mangga di Rembang. Setidaknya 200 hektare akan dialokasikan untuk memantapkan Rembang sebagai kawasan terpadu mangga berkualitas di wilayah Pantai Utara Jawa. Kalau sekarang ini pemasarannya masih lingkup domestik, nantinya akan kita dorong agar mampu ekspor. Caranya, kawasan tersebut harus digarap bersama stakeholder terkait dari hulu hingga hilir. Sejak awal kita ajak para pelaku usaha eksportir terlibat,” terang Liferdi.

Loading...
Loading...