Kementan: Unggas Masih Jadi Pilihan Utama Sumber Protein


Pertanianku – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi ikan guna memenuhi kebutuhan protein. Pasalnya, lebih dari 40 persen masyarakat masih mengonsumsi unggas sebagai pemenuhan sumber protein.

Foto: pixabay

Setelah unggas, sumber protein kedua paling banyak dikonsumsi adalah sapi yang kemudian disusul kambing dan domba. Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita, belum lama ini.

“Kita ingin buktikan kalau kita tidak hanya bicara sapi tapi protein bewan. Kita ingin sumber protein hewani lainnya juga berkembang,” ujarnya, seperti dilansir dari Republika (22/9).

Guna mendorong konsumsi masyarakat terhadap sumber protein lain pihaknya menggelar Jambore Peternakan Nasional 2017. Acara yang diselenggarakan 22—24 September di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, itu akan menjadi ajang pertemuan seluruh peternak domba dan kambing di Indonesia.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, peternakan ruminansia kecil ini juga mampu menembus pasar internasional. Diakui Ketut, permintaan kambing dan domba Indonesia bukan hanya dari Timur Tengah, tapi juga Malaysia.

“Sebenarnya kita sudah ekspor 250 ekor kambing dari Pontianak ke Malaysia,” ucapnya.

Berkaca dari potensi tersebut, Ketua Umum Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia Yudi Guntara Noor mengatakan, ternak domba dan kambing diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat pedesaan berbasis budaya.

Populasi ruminansia kecil ini, kata dia, memiliki kemampuan produksi sangat cepat. Anak atau ternak hasil budidaya yang dihasilkan pun tidak hanya satu sehingga cukup menjanjikan sebagai sumber ekonomi rakyat. Meski konsumsi terhadap kambing dan domba di Indonesia masih rendah.

“Karena tidak sedikit masyarakat yang berpandangan tidak baik mengonsumsi daging kambing. Padahal, kolesterol kambing lebih rendah dari domba dan sapi,” tutupnya.

Baca Juga:  Kunjungan Wisatawan Pulau Komodo Perlu Ditata Ulang
loading...
loading...