Kementerian Perdagangan Diharapkan Menjaga Pasokan Impor Jagung


Pertanianku – Kementerian Perdagangan mengeluarkan pernyataan bahwa dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/3/2016 Tentang ketentuan impor jagung diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan jagung di dalam negeri untuk pakan ternak.

Kementerian Perdagangan Diharapkan Menjaga Pasokan Impor Jagung

Sebagaimana dikutip Antaranews (12/4), Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan “Untuk jagung pakan hanya Perum Bulog, supaya menjaga keseimbangan. Dan Bulog tahu kemana para peternak mandiri itu, yang selama ini kurang mendapatkan pasokan dan Bulog bisa mendistribusikan secara merata.”

Srie mengungkapkan, jagung dibagi dalam tiga jenis yaitu jagung untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak, jagung untuk memenuhi kebutuhan pangan, dan bahan baku industri. “Berdasar hasil rapat di Menteri Koordinator Perekonomian, yang sedikit bermasalah itu adalah pasokan pakan ternak. Maka untuk pakan ternak tersebut akan ditugaskan ke Perum Bulog.”

Namun, untuk pasokan bahan baku industri, para importir masih diperbolehkan selama memiliki Angka Pengenal Importir Produsen (API-P). Sementara itu, impor jagung untuk bahan pangan, hanya bisa dilakukan oleh Perum Bulog setelah mendapatkan tugas dari pemerintah.

“Yang menentukan besaran impor adalah besaran kebutuhan dari peternak. Keputusan untuk jenis dan volume melalui mekanisme Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Saat ini belum diputuskan (besaran impor),” ujar Srie.

Dalam ketentuan tersebut, impor jagung untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan bahan baku industri hanya dapat dilakukan oleh perusahaan pemilik Angka Pengenal Importir Umum (API-U) dan Angka Pengenal Importir Produsen (API-P). Impor jagung untuk bahan pangan, hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan impor dari hasil keputusan dari Kementerian Pertanian.

Baca Juga:  Rusia Miliki Kampung Vegetarian
loading...
loading...