Kenal Lebih Dalam Khasiat Temulawak untuk Kesehatan Tubuh

Pertanianku Temulawak sudah terkenal sebagai salah satu rimpang berkhasiat yang sering digunakan sebagai obat tradisional. Rimpang ini sering dimanfaatkan dalam pembuatan jamu gendong tradisional yang dijual bersamaan dengan jamu dari berbagai rempah.

temulawak
foto: pertanianku

Rimpang ini terkenal sebagai penambah nafsu makan yang ampuh. Banyak orangtua yang memberikan minuman berbahan dasar temulawak agar anaknya makan dengan lahap. Kini, rimpang tersebut tidak hanya terkenal sebagai penambah nafsu makan, tetapi juga sebagai obat herbal berkhasiat.

Temulawak atau Curcuma zanthorrhiza sering disebut sebagai koneng gede oleh masyarakat Sunda. Tanaman rimpang ini dapat tumbuh hingga lebih dari 1 m, batangnya berwarna hijau atau cokelat gelap. Bagian yang biasa dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah rimpang.

Rimpang temulawak mengandung zat tepung, kurkumin, dan minyak atsiri. Penyakit yang bisa diatasi oleh rimpang ini, antara lain jerawat, antikolesterol, anti-inflamasi, anemia, antioksidan, pencegah kanker, dan antimikroba.

Di dalam temulawak mengandung zat tepung sebanyak 48—59,64 persen, kurkumin sebanyak 1,6—2,2 persen, dan minyak atsiri sebanyak 1,48—1,63 persen. Seluruh kandungan yang terdapat di dalam rimpang tersebut berguna untuk meningkatkan kerja ginjal dan berfungsi sebagai anti-inflamasi.

Rimpang temulawak dapat digunakan sebagai obat lulur ataupun diolah menjadi minuman menyehatkan.

Hingga saat ini masih belum ditemukan literatur yang membahas terkait kontraindikasi dari penggunaan temulawak sebagai obat herbal. Namun, sebaiknya jangan mengonsumsi rimpang secara berlebihan apabila tidak berkonsultasi dengan herbalis atau dokter. Konsumsi dengan dosis sewajarnya.

Selain berkhasiat sebagai obat herbal, rimpang ini juga bisa dijadikan sebagai sumber karbohidrat karena di dalamnya terdapat pati yang dapat diolah menjadi bubur makanan untuk bayi dan orang-orang yang mengalami gangguan pencernaan.

Di sisi lain, rimpang ini mengandung zat beracun bagi nyamuk. Minyak atsiri di dalam temulawak mengandung linalool dan geraniol. Kedua senyawa tersebut termasuk golongan fenol dan memiliki daya repellent untuk nyamuk Aedes aegypti. Dengan begitu, rimpang ini juga berguna sebagai pengusir nyamuk alami.

Baca Juga:  Kenal Lebih Dekat dengan Kayu Siwak