Kenal Lebih Dekat Ayam Elba

Pertanianku— Dusun Batikan, Desa Soropadan, Kecamatan Prinsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan salah satu pusat pengembangan ayam elba. Ayam elba adalah ayam kampung petelur dengan tingkat produktivitas yang melebihi ayam arab.

ayam elba
foto: trubus

Ayam arab sendiri merupakan ayam petelur unggul karena memiliki kemampuan bertelur yang cukup tinggi. Produksi telur ayam arab dapat mencapai 190—250 butir per tahun dengan berat telur-rata-rata sekitar 40 gram.

Asal-usul ayam elba sendiri berasal dari Lala Setyawan yang membawa 60 butir ayam petelur dari rekannya sesama peternak ayam petelur di Jeddah, Arab Saudi, saat berhaji pada 2010. Telur ayam tersebut kemudian dibagikan kepada para peternak di desanya. Namun, yang berhasil menetas dan hidup hanya tiga telur yang diberikan kepada Koh Tiong. Dari tiga telur inilah kemudian beranak-pinak menjadi ribuan ekor ayam elba. Nama elba disematkan sebagai bentuk penghargaan kepada Lala Setyawan.

Ayam elba merupakan ayam yang sangat produktif karena 1.000 ekor ayam mampu menghasilkan telur sebanyak 800—850 butir telur per hari. Telur yang dihasilkan memiliki bobot sekitar 58—62 gram atau rata-rata 60 gram per butir. Setiap 1 kg telur ayam elba berisi sebanyak 17 butir telur. Ukuran tersebut terbilang besar jika dibandingkan dengan telur ayam buras yang hanya sekitar 35—45 gram per butir. Cangkang telur ayam ini berwarna putih.

Ayam elba memiliki paruh, kulit, cakar, dan jari berwarna kuning. Jengger ayam tunggal dan berwarna merah, sedangkan bulu di seluruh badannya bermacam-macam. Namun, umumnya bulu ayam elba berwarna merah dan putih. Bagian daun telinga ayam berwarna putih atau perak. Pada bagian cakar tidak berbulu, bagian jengger dan pial relatif lebar. Bobot ayam betina yang sudah dewasa dapat mencapai 1,1 kg, dan jantan sekitar 1,3 kg.

Baca Juga:  Itik Master, Hasil Persilangan antara Alabio dan Mojomaster

Di daerah asalnya, yakni Jeddah, ayam ini memiliki kebiasaan mengerami telur. Namun, kebiasaan tersebut menghilang saat dikembangbiakan di Indonesia. Hilangnya kebiasaan mengeram kemungkinan disebabkan oleh faktor iklim dan lingkungan sekitar.

Produksi telur yang tinggi membuat ayam elba berpotensial untuk diternakkan sebagai ayam petelur. Kini ayam elba dapat dipelihara secara intensif. Peternak di Dusun Batikan dapat memelihara ayam petelur ini hingga sebanyak 1.000—2.000 ekor. Hampir setiap rumah di daerah tersebut memelihara ayam petelur ini sekitar 100—300 ekor.