Kenal Lebih Dekat dengan Kambing Panorusan Samosir

    Pertanianku — Kambing panorusan samosir berasal dari Sumatera Utara dan sering disebut sebagai kambing putih atau kambing batak. Sesuai dengan namanya, jenis kambing potong ini tersebar di Kabupaten Samosir yang terletak di tengah Danau Toba, banyak orang menyebut kambing ini dengan sebutan kambing samosir.

    kambing samosir
    foto: Pertanianku

    Salah satu ciri khas yang paling identik dari kambing panorusan samosir adalah bulunya berwarna putih dengan kombinasi belang putih hitam. Bobot kambing jantan samosir yang masih berusia 1 tahun dapat mencapai 28 kg, sedangkan bobot kambing betina sekitar 21 kg.

    Kambing asal Samosir ini telah ditetapkan sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 40 tahun 2017.

    Kambing ini sudah ada sejak awal mula Suku Batak yang berada di Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat setempat secara turun-temurun membudidayakan kambing lokal ini hingga kambing panorusan samosir ditetapkan sebagai salah satu kekayaan Indonesia. Kata panorusan pada kambing ini diambil dari bahasa Batak yang berarti titisan.

    Kepala kambing batak berbentuk ramping dan kecil dengan profil yang lurus. Telinganya berbentuk sedang tipe tegak dan mengarah ke samping, tanduk tumbuh ke atas, janggut pada kambing jantan tumbuh dengan baik tetapi pada betina hanya tumbuh sedikit, punggung lurus, bulu pendek halus dan lembut garis muka lurus, serta ekornya pendek, kecil dan tegak.

    Kambing ini memiliki kedekatan genetik dengan kambing marica, kambing jawa randu, kambing kacang, kambing muara, dan kambing benggala.

    Masyarakat setempat sering menggunakan kambing ini dalam acara pernikahan, ketika pembangunan rumah dan pembangunan makam/tugu, mengobati orang, serta pelaksanaan ritual tolak bala. Karena sering digunakan pada acara-acara adat, harga kambing ini cukup tinggi, terutama kambing berwarna putih tanpa ada campuran warna apa pun.

    Baca Juga:  Rumput Laut Bisa Jadi Solusi Limbah Plastik dan Perubahan Iklim

    Kambing yang sering digunakan pada acara adat ialah kambing jantan berwarna putih. Bagian-bagian yang digunakan adalah kepala, tubuh, kaki, tanduk, dan kaki. Oleh karena itu, harga jual kambing jantan jauh lebih mahal daripada betina, apalagi jika pejantan tersebut berwarna putih.

    Kambing asal Samosir ini dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi dataran tinggi berbukit dan berbatuan.