Kenal Lebih Dekat dengan Manfaat Gaharu

Pertanianku — Gaharu berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti kayu berat. Gaharu mulai terkenal setelah abad ke-12. Hal tersebut diketahui dari adanya kegiatan perdagangan yang terjadi antara masyarakat Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat dengan pedagang yang berasal dari Cina. Manfaat gaharu terbilang sangat banyak dan didominasi sebagai pengharum.

manfaat gaharu
foto: Pertanianku

Gaharu didapatkan dari pohon produksi yang sudah mati secara alami. Di dalam kayu gaharu terdapat kandungan minyak atsiri yang menyebabkan kayu tersebut tidak lapuk dimakan usia. Namun, kenyataan yang dihadapi pada saat ini ialah tanaman penghasil gaharu semakin menipis sehingga sulit ditemukan.

Di dalam produk gaharu terdapat enam komponen kima yang bermanfaat di berbagai bidang. Komponen tersebut antara lain a-agarofuran, βpagarofuran, agarospirol, dan chromone. Seluruh komponen tadi berfungsi membentuk aroma gaharu. Komponen-komponen tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku parfum, kosmetik, dan obat herbal.

Sementara itu, di dalam produk minyak atsiri mengandung komponen kimia berupa sesquiterpenoida, endemana, dan valencana.

Di dalam dunia perdagangan internasional, produk gaharu dikenal dengan nama agarwood, aloewood, atau eaglewood.

Indonesia tercatat sudah menghasilkan gaharu sebanyak 11 ton per tahun pada periode 1918—1945. Pada akhir 2000, Indonesia kembali tercatat berhasil mengekspor gaharu sebanyak 446 ton dan menghasilkan devisa sebanyak US$ 2,2 juta. Namun, setelah itu jumlah ekspor terus mengalami penurunan.

Secara turun-temurun, masyarakat pedalaman di berbagai daerah sudah memanfaatkan tumbuhan penghasil gaharu dalam bentuk akar, daun, kulit, dan buah sebagai campuran ramuan obat tradisional untuk mengatasi penyakit malaria, darah tinggi, dan kencing manis. Saat ini tanaman tersebut lebih sering digunakan untuk membuat minyak atsiri yang sering dimanfaatkan untuk parfum dan kosmetik.

Baca Juga:  Instore Dryer, Solusi Mengeringkan Bawang Putih di Musim Hujan

Hasil penyulingan minyak berupa limbah sering dimanfaatkan untuk membuat dupa, obat nyamuk, dan lainnya.

Produk-produk yang menggunakan gaharu sebagai bahan baku di antaranya sabun, teh, balsam, jamu tradisional, aroma terapi, dan bahan mandi sauna.

Masyarakat Timur Tengah seperti Saudi Arabia, Uni Emirat, Yaman, Mesir, dan Oman menggunakan produk alami ini untuk mengharumkan tubuh dan ruangan. Sementara itu, masyarakat Asia Timur menggunakannya sebagai bahan baku untuk pengawet berbagai jenis aksesori, obat herbal, dan kosmetik.