Kenali Gejala Ikan Sakit

Pertanianku— Ikan yang tengah sakit akan menunjukkan gejala abnormal atau tidak biasa. Penanganan penyakit lebih baik dilakukan lebih dini agar tidak menimbulkan efek yang lebih parah dan menularkan kepada ikan lain yang masih sehat. Gejala ikan sakit bisa terlihat secara visual sehingga Anda bisa melakukan pemeriksaan secara sederhana, apalagi jika Anda sudah berpengalaman dalam mengidentifikasi penyakit.

gejala ikan sakit
foto: Pertanianku

Agar lebih mudah dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan ikan, berikut ini beberapa gejala-gejala yang perlu Anda waspadai.

  • Nafsu makan berkurang bisa disebabkan oleh mutu pakan yang jelek, kondisi lingkungan tidak mendukung, atau ikan keracunan.
  • Ikan sering muncul ke permukaan. Kondisi ini disebabkan oleh lingkungan yang buruk atau adanya penyakit pada organ dan saluran pernapasan.
  • Perut menggembung. Kondisi ini disebabkan oleh keracunan atau serangan bakteri.
  • Kelainan pada tubuh ikan, tulang belakang, dan sirip bengkok. Kondisi ini bisa disebabkan oleh keturunan atau kondisi gizi yang buruk.
  • Ikan terlihat kurus. Kondisi ini bisa karena serangan cacing dan serangan bakteri.
  • Sisik kasar. Kondisi sisik yang kasar sering disebabkan oleh lingkungan buruk seperti pH yang rendah atau infeksi bakteri.
  • Sisik rontok. Sisik ikan yang rontok bisa karena keracunan atau pencemaran lingkungan.
  • Sirip rusak atau rontok. Kondisi ini sering terjadi karena air terlalu alkalin, infeksi jamur, atau infeksi bakteri.
  • Tubuh ikan tidak berlendir. Tubuh ikan yang tidak berlendir bisa menjadi pertanda ikan sedang terinfeksi jamur.
  • Serabut kapas di tubuh ikan. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi jamur.
  • Ikan bisa mengalami pendarahan akibat luka gesekan, infeksi sekunder, infeksi parasit copopeda atau protozoa, atau karena penyakit yang sudah terlalu parah.
  • Bintik putih pada kulit karena parasit protozoa.
  • Luka pada daging. Luka tersebut karena bakteri atau daging tumbuh (neoplasia).
  • Mata masuk ke dalam yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Mata menonjol karena infeksi cacing atau infeksi bakteri.
  • Insang rusak atau pucat karena infeksi bakteri.
  • Insang rontok karena parasit cacing trematoda atau infeksi bakteri.
  • Pendarahan dan bengkak pada anus karena adanya infeksi bakteri.
Baca Juga:  Ekonomi Biru Menjadi Titik Tolak Terobosan Perikanan Budidaya