Kenali Pakan untuk Penggemukan Sapi Potong


Pertanianku — Peternakan sapi potong memiliki tujuan utama menghasilkan daging untuk konsumsi. Banyak peternak menanyakan cara mempercepat penggemukan sapi potong. Lantas, adakah tips untuk menjadikan sapi-sapi ternak itu memiliki tubuh yang gemuk?

penggemukan sapi potong
Foto: Google Image

Secara alamiah pertambahan berat badan sapi antara 500 gram—1.000 gram/ hari. Untuk sapi lokal seperti sapi bali, madura, PO, pesisir, dan aceh pertambahan berat badan harian berkisar antara 300—700 gram/hari. Sementara, sapi unggul asal luar negeri seperti simmental, limosine, angus, dan charolise pertambahan berat badan hariannya mencapai 1,3 kg/hari.

Jika Anda ingin meransang penambahan berat badan sapi, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian konsentrat yang tepat. Memang saat ini ada cara penggemukan sapi dengan pemberian hormon pertumbuhan, namun cara ini belum distandarisasi atau diizinkan secara resmi oleh dinas peternakan.

Salah satu kendala utama dalam penggemukan sapi potong adalah masalah keterbatasan pakan. Untuk itu, perlu dicari solusi pakan alternatif selain rumput unggul dan fermentasi. Konsentrat merupakan salah satu pakan yang wajib diberikan.

Konsetrat yang paling umum digunakan peternak saat ini adalah dedak (bekatul), bungkil kelapa, mineral, tepung tulang ikan, dengan ditambahkan  garam. Salah satu bahan pakan ternak yang tersedia banyak di alam dan dapat dijadikan sebagai salah satu konsentrat yang cukup ekonomis, yakni batang rumbia (sagu rumbia).

Cara mengolah batang rumbia menjadi konsentrat sapi sebagai berikut.

  • Batang rumbia dikupas kulit terluarnya
  • Hancurkan batang (pohon) rumbia yang telah dikupas tersebut dengan mesin atau manual hingga ukuran butiran (remah-remah) setengah sentimeter atau lebih kecil.
  • Rendam hasil cincangan dengan air, biarkan selama sehari dan berikan pada sapi.

Kandungan dari hancuran batang rumbia ini jauh lebih baik dari kandungan dedak (bekatul). Sebab, di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat yang tinggi. Harga pohon rumbia per kilo saat ini jauh lebih murah daripada harga bekatul sehingga biaya produksi penggemukan sapi potong dapat diminimalisir.

Baca Juga:  Hama Gurem Jadi Masalah? Cegah Serangannya dengan Cara Ini