Kenali Penyakit Utama pada Budidaya Benih Cabai


Pertanianku Budidaya benih cabai memiliki prospek yang cukup bagus. Namun, kendala selalu saja ada yang salah satunya ialah serangan penyakit. Hal itu dapat membuat budidaya yang Anda lakukan tidak berlangsung dengan maksimal.

Budidaya benih cabai
Foto: Google Image

Untuk itu, sebelum Anda melakukan budidaya, alangkah baiknya mengenal beberapa jenis penyakit utama yang sering menyerang benih cabai berikut ini.

  1. Layu bakteri

Penyakit layu bakteri dapat menyebar melalui benih, bibit, bahan tanaman yang sakit, residu tanaman, irigasi (air), serangga, nematoda, dan alat- alat pertanian. Penyakit layu bakteri biasanya menghebat pada tanaman cabai di daerah dataran rendah. Gejala kelayuan tanaman cabai terjadi secara tiba-tiba yang akhirnya menyebabkan kematian tanaman dalam beberapa hari kemudian.

Penyakit layu bakteri menyerang sistem perakaran tanaman cabai. Gejala yang dapat diamati secara visual pada tanaman cabai yang terserang penyakit layu bakteri adalah kelayuan tanaman mulai dari bagian pucuk, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman, daun menguning dan akhirnya mengering serta rontok.

Penyakit layu bakteri dapat menyerang tanaman cabai pada semua tingkatan umur, tetapi yang paling peka adalah tanaman cabai yang masih muda, tanaman cabai menjelang fase berbunga, atau tanaman cabai ketika berbuah.

  1. Layu fusarium

Layu fusarium disebabkan oleh organisme cendawan yang bersifat tular tanah. Penyakit ini biasanya muncul pada tanah-tanah yang ber-pH rendah (masam). Gejala serangan yang dapat diamati adalah terjadinya pemucatan warna tulang-tulang daun di sebelah atas yang diikuti dengan merunduknya tangkai-tangkai daun. Akibat lebih lanjut dari serangan penyakit ini adalah seluruh tanaman layu dan mati.

  1. Bercak daun dan buah

Bercak daun dan buah cabai sering disebut penyakit antraknosa atau patek. Penyakit ini menjadi masalah utama pada musim hujan yang disebabkan oleh cendawan Goloesporium Piperatum Ell.et.Ev dan Collectrotichum Capsici (Syd.) Butl.et.Bisby.

Cendawan Goloesporium Piperatum Ell.et.Ev umumnya menyerang buah muda dan menyebabkan mati ujung (die back). Adapun cendawan Collectrotichum Capsici (Syd.) Butl.et. Bisby lebih sering menyebabkan buah cabai membusuk. Di bagian tengah bercak terdapat titik-titik hitam yang merupakan kumpulan dari konidium cendawan.

  1. Bercak daun
Baca Juga:  Teknik Bertanam Sayuran Organik di Lahan Sempit

Penyebab penyakit bercak daun adalah cendawan Cercospora Capsici. Gejala serangan penyakt ini ditandai dengan bercak-bercak bulat kecil kebasah-basahan. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai garis tengah kurang lebih 0,5 cm. Pusat bercak tampak berwarna pucat sampao putih, dan tepinya berwarna lebih tua.

  1. Bercak alternaria

Penyebab penyakit alternaria adalah cendawan. Gejala serangan penyakit ini ditandai dengan timbulnya bercak-bercak cokelat tua sampai kehitaman dengan lingkaran-lingkaran konsentris. Bercak-bercak ini akan membesar dan bergabung menjadi satu. Serangan penyakit bercak alternaria dimulai dari daun paling bawah, tetapi kadang-kadang juga menyerang bagian batang.