Kenali Penyebab Hewan Ternak Ruminansia Sulit Bunting

Pertanianku — Kebuntingan menjadi salah satu kunci keberhasilan peternakan karena peternak dapat menghasilkan anak ternak seperti cempe atau pedet yang dapat dibesarkan menjadi hewan ternak. Namun, sering ditemukan beberapa kejadian yang tidak biasa di lapangan, misalnya hewan ternak sulit bunting. Kesulitan tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor yang kemungkinan besar tidak disadari oleh peternak.

ternak sulit bunting
foto: Pertanianku

Penyebab hewan ternak sulit bunting yang pertama adalah peternak tidak mengetahui secara pasti kapan ternak mulai birahi sehingga peternak mengawinkan hewan ternaknya pada waktu yang salah.

Pakan ransum yang tidak seimbang juga bisa menjadi penyebab lain yang sering terjadi. Biasanya, kandungan vitamin A dan E pada ransum kurang sesuai sehingga ternak mengalami kekurangan kandungan vitamin tersebut sehingga menyebabkan perkembangan ovarium berjalan tidak sempurna. Kondisi tersebut menyebabkan ternak menjadi sulit bunting.

Penyebab lainnya yang mungkin bisa terjadi adalah penyakit di dalam kandungan yang disebut dengan endometritis. Dilansir dari cybex.pertanian.go.id, faktanya penyakit endometritis di Indonesia cukup tinggi, yakni mencapai 20—40 persen. Penyakit tersebut dapat diketahui melalui diagnosis dengan alat Metricheck. Setelah terdiagnosis, ternak akan mendapatkan terapi antibiotik untuk mengatasi penyakit tersebut.

Pemeriksaan dilakukan pada leleran uterus sapi betina saat 21 hari setelah melahirkan dengan alat Metricheck. Sapi betina yang akan diperiksa harus di-restrain terlebih dahulu, vulva dibersihkan dengan air bersih, kemudian alat cek disterilkan dengan alkohol 70 persen dan dilumuri dengan pelicin ultrasound gel. Selanjutnya, alat dimasukkan ke vagina sampai tertahan di mulut cervik dan dikeluarkan.

Leleran uterus tersebut akan dinilai dengan kriteria tertenu. Jika leleran uterus tersebut mendapat nilai 2—5, dinyatakan tidak normal atau positif endometritis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi ternak kapan saja. Akan tetapi, kemungkinan yang paling besar terjadi saat pascamelahirkan karena alat reproduksi ternak jarang dibersihkan. Selain itu, saat peternak mengawinkan ternak secara alami tidak mengetahui ternak jantannya sedang mengalami endometritis.

Baca Juga:  Strategi Kementan Menyerap Telur dari Peternak Rakyat

Penyakit ini memang bisa menular melalui proses perkawinan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan benar sebelum ternak dikawinkan.