Kenali Pola Tanam yang Baik untuk Tanaman jagung

PertaniankuJagung  merupakan tumbuhan yang memiliki nutrisi yang hampir sama dengan beras. Menanam jagung pun tidak sulit untuk dilakukan jika Anda sudah memahami pola tanam yang baik. Kunci keberhasilan dari menanam tumbuhan ini adalah kesuburan tanah, kualitas benih, dan pemeliharaan yang tepat.

jagung
foto: pixabay

Hampir seluruh bagian tanaman jagung memiliki banyak sekali manfaat seperti batang dan daun mudanya dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Batang dan daun telah tua yang didapatkan saat telah panen dapat digunakan sebagai pupuk hijau atau kompos. Selain itu, batang dan daunnya juga dapat digunakan menjadi pulp (bahan kertas) dan lanjaran (turus). Tentunya, buahnya menjadi bahan pangan untuk dikonsumsi.

Penanaman adalah langkah awal untuk melakukan budidaya. Dalam menanam, pembudidaya harus memerhatikan beberapa hal agar menghasilkan jagung dengan kualitas yang baik salah satunya adalah pola tanam. Pola tanam jagung terdiri atas dua pola, yaitu pola monokultur dan polikultur.

Loading...

Pola monokultur

Pola monokultur merupakan pola tanam yang hanya menanam tanaman jagung di dalam satu wilayah. Kelebihan dari pola ini adalah dapat meminimalisir dengan mudah serangan hama dan penyakit. Hal ini dikarenakan hanya satu tanaman yang ditanam sehingga penanganannya tidak sulit. Selain itu, melalui pola ini hasil produksi yang didapatkan akan lebih tinggi karena pertumbuhan yang optimal.

Kekurangan dari pola monokultur ini adalah petani hanya mendapatkan satu jenis tanaman sehingga pendapatan hanya tergantung dari harga jagung di pasaran.

Pola Polikultur

Pola polikultur merupakan pola tanam yang menggabungkan jenis tanaman lainnya dengan tanaman jagung di dalam satu wilayah. Kelebihan dari pola ini adalah petani mendapatkan hasil panen selain jagung sehingga keuntungan yang didapatkan bisa lebih besar dari pola monokultur.

Baca Juga:  Menghitung Keuntungan Bisnis Hidroponik

Sementara, kekurangan dari pola polikultur adalah serangan hama dan penyakit cenderung lebih banyak karena perawatan tanaman tidak bisa seintensif pola monokultur. Selain itu, hasil produksi pola polikultur tidak setinggi hasil yang ditanam dari pola monokultur.

Pada pola polikultur terdapat tiga jenis pola. Pertama, pola tumpang sari (intercropping) yang merupakan pola penanaman tanaman lebih dari satu yang memiliki umur yang sama di satu wilayah. Kedua, pola tumpang gilir (relay planting), yaitu pola penanaman yang menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman dalam waktu yang berbeda.

Ketiga, pola tanam campuran (mixed cropping), yaitu pola penanaman jagung yang dilakukan dengan beberapa tanaman lainnya tanpa diatur jarak tanam ataupun larikannya. Dengan kata lain, semua tanaman tercampur menjadi satu.

Loading...
Loading...