Kenapa Daging Merah Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?


PertaniankuDaging merah disebut-sebut bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Hal tersebut diperkuat dengan bukti dari para peneliti yang mengungkap kebenaran tentang daging merah. Dua penelitian yang dipublikasikan belum lama ini menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi daging merah memproduksi lebih banyak senyawa kimia yang disebut Trimetilamina N-oksida (TMAO).

Daging merah
Foto: Pixabay

Peningkatan jumlah TMAO ini berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. Ketika orang-orang yang tadinya mengonsumsi daging merah memutuskan tidak lagi memakannya selama sebulan, produksi TMAO menurun.

Mereka juga menunjukkan bahwa tidak mengonsumsi daging merah sama sekali berdampak terhadap fungsi ginjal. “Penelitian ini menunjukkan betapa besar pengaruh tidak mengonsumsi daging merah terhadap metabolisme tubuh,” kata Stanley Hazen dikutip dari Cleveland News.

TMAO adalah senyawa yang terbuat dari bakteri gut selama proses pencernaan. Daging merah, khususnya, menyebabkan bakteri gut ini memproduksi banyak prekursor yang dalam proses metabolisme diubah menjadi TMAO.

Sejumlah spesies bakteri menyebabkan meningkatnya produksi TMAO ketika mereka memetabolisme kolin, lesitin, dan carnitine yang keseluruhannya terdapat pada daging merah, produk susu, dan telur. Tim Hazen menunjukkan bahwa orang yang jumlah TMAO dalam darahnya besar berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung.

Tidak hanya itu, mereka juga berisiko meninggal lebih awal. Sementara, orang yang menganut gaya hidup vegetarian dan vegan menunjukkan jumlah TMAO yang sedikit. Mereka berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung daripada orang yang memakan daging.

Demikian halnya orang-orang yang lebih sering mengonsumsi unggas dan ikan. Mereka berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung. Lemak jenuh dari makanan yang bukan berasal dari daging tidak berdampak terhadap peningkatan jumlah TMAO.

Pada penelitian kedua, tim Hazen menunjukkan bahwa bakteri gut mengubah asam amino yang disebut carnitine menjadi TMAO. Ketika peneliti memberikan suplemen carnitine kepada orang pemakan daging, bakteri gut langsung mengubahnya menjadi TMAO.

Baca Juga:  Ekspor Ribuan Domba, Kementan Beri Penghargaan Peternak Jember

Pada orang vegetarian dan vegan, tubuh tidak langsung memproduksi TMAO saat diberi suplemen carnitine. TMAO baru diproduksi setelah beberapa minggu pemberian suplemen.

loading...