Kenapa Warna Telur Ayam Bisa Berbeda? Begini Kata Ahli


Pertanianku — Kita tentunya pernah menemui berbagai macam rasa dan warna telur ayam. Ada yang berwarna putih, agak kecokelatan, berbintik, dan ada juga ayam yang menghasilkan telur berwarna biru. Nah, sebenarnya kenapa warna telur ayam bisa berbeda?

warna telur ayam
Foto: Shutterstock

Dilansir dari ABC News, Senin (19/2), rasa dan tekstur yang berbeda pada telur sebenarnya disebabkan oleh makanan apa yang dikonsumsi dan bagaimana pola hidup ayam itu sendiri. Sementara, warna cangkang telur ditentukan oleh gen ayam.

Dosen senior di bidang kimia dari Universitas Tasmania, Nathan Kilah mengatakan, warna telur berhubungan erat dengan jenis ayam dan zat kimia yang dimilikinya. Semua cangkang telur sebenarnya terbentuk dari bahan yang sama. Hanya saja, warnanya muncul berkat zat kimia yang melapisi atau menyerap pada cangkang tersebut.

“Cangkang telur terbentuk dari kalsium karbonat yang merupakan senyawa mineral. Nah, warna cokelat pada pigmen telur karena protoporfirin IX, ini seperti kelompok hemoglobin dalam darah manusia,” papar dia.

Namun, yang membedakan manusia dengan warna cokelat pada cangkang telur, yaitu hemoglobin dalam darah manusia mengandung zat besi. Hal ini yang menyebabkan warna merah pada darah manusia. Sementara, pada telur yang tidak memiliki zat besi membuatnya menjadi berwarna cokelat.

Dijelaskan Kilah protoporfirin pada telur mengendap sebagai lapisan di atas kalsium karbonat sehingga cangkang telur hanya berwarna cokelat di bagian atasnya. Sementara, pada bagian dalamnya tetap berwarna putih.

“Telur cokelat bisa ditemui pada ayam ternak seperti ayam barneveldel yang sangat terkenal di Belanda dan ayam rhode island red. Sedangkan telur ayam cangkang putih bisa dilihat pada ayam silkie atau ayam kapas yang menggemaskan dan ayam petelur leghorn yang berwarna putih,” ujarnya.

Baca Juga:  Yuk, Ketahui 5 Tanda Utama Itik akan Bertelur

Berbeda dengan cangkang telur ayam yang berwarna putih atau cokelat, telur ayam yang berwarna biru disebabkan oleh bilirubin yang terserap.

“Protoporfirin seperti cincin besar yang datar. Warna biru bukanlah cincin, ini lebih mirip molekul berbentuk tapal kuda dan mengalami perubahan kimiawi. Perubahan bentuk molekul ini yang menghasilkan warna berbeda,” kata Kilah menjelaskan.

Pada telur yang bercangkang putih, itu artinya cangkang terbuat dari kalsium karbonat dan ia tidak memiliki pigmen warna. Jika warna cangkang biru, ayam memiliki pigmen oosianin yang meresap dalam cangkangnya.

Sementara, telur berwarna hijau merupakan telur yang berasal dari perkawinan silang antara ayam bertelur biru dan cokelat. Untuk telur yang berbintik, itu karena cangkang telur berpigmen karena keterlambatan saat proses pigmentasi.