Kendala Ternak Kambing Perah

Pertanianku— Susu merupakan salah satu asupan yang dibutuhkan untuk melengkapi kebutuhan gizi. Ada dua jenis susu yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu susu kambing dan susu sapi. Susu kambing biasanya didapatkan kambing perah seperti kambing etawa.

 kambing perah
foto: Pertanianku

Minat terhadap susu kambing sekarang ini semakin meningkat dan tuntutannya semakin tinggi. Jika Anda hendak memulai suatu usaha dan memutuskan beternak kambing etawa, keputusan tersebut sudah tepat. Namun, Anda juga pastinya sudah tahu, untuk menghasilkan susu yang berkualitas, tidak sembarang orang bisa merawat kambing-kambing ini dan menghasilkan produk yang terbaik.

Susu dengan kualitas terbaik tentunya lebih mudah laku di pasaran. Dengan begitu, usaha ternak kambing perah berjalan lebih optimal. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kualitas susu kambing. Salah satu hal yang memengaruhi kualitas susu kambing adalah bibit kambing yang digunakan.

Jika Anda memilih kambing jenis etawa, pilihlah betina yang berbobot 20 kg. Sementara itu, untuk kambing saanen dan varian lainnya harus mempunyai berat ideal sekitar 40 kg ke atas.

Sayangnya, di Indonesia, jumlah peternakan kambing etawa tidak sebanding dengan permintaan susu yang terus meningkat. Produksi susu kambing di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini biasanya terjadi lantaran banyak yang belum tahu cara efektif menjadikan kambing produktif dan tidak mau menggunakan cara baru.

Selain itu, peternak juga kerap mengalami kendala berupa persediaan bibit unggul. Sampai sekarang, masih ada beberapa produsen susu kambing yang mengimpor bibit kambing perah.

Kendala juga bisa datang dari urusan sanitasi dan alat produksi. Masih banyak yang mengabaikan poin penting ini sehingga susu kambing yang dihasilkan kualitasnya rendah.

Baca Juga:  Selain Pakan, Ini yang Memengaruhi Kualitas Susu Kambing

Terakhir, kendala yang masih sering dialami adalah masalah teknis, seperti izin tentang kesehatan, pemasaran, dan sertifikasi halal. Permasalahan ini kerap menjadi batu sandungan yang ditambah parah dengan promosi yang kurang efektif.

Terlepas dari segala kendala tersebut, pasar untuk susu kambing ini masih terbuka lebar, apalagi karena masih sedikitnya pemain. Sementara itu, tuntutan semakin besar, terutama di bidang kecantikan. Ini karena susu kambing juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri kecantikan.