Kendala yang Kerap Dialami Saat Bertanam Secara Vertikultur

Pertanianku — Sistem vertikultur yang terkenal dengan efisiensi lahan juga dapat mengalami beberapa kendala yang menyebabkan produksi tanaman terganggu. Oleh karena itu, sebelum Anda membuat instalasi vertikultur, sebaiknya ketahui terlebih dahulu kendala-kendala yang kemungkinan dapat muncul agar dapat mengetahui cara untuk mengantisipasinya. Berikut ini beberapa kendala vertikultur yang kerap terjadi.

kendala vertikultur
foto: Pertanianku

Media tanam dan unsur hara terbatas

Media tanam dan unsur hara pada sistem vertikultur terbatas sehingga apabila unsur hara di dalam wadah sudah habis, tanaman tidak bisa tumbuh maksimal. Oleh karena itu, Anda perlu memerhatikan setiap gejala yang tampak pada tanaman, terlebih untuk gejala tanaman yang kurang subur selama penanaman. Misalnya, daun menguning, layu, dan pertumbuhan tanaman terhambat.

Jika kondisi demikian sudah terlihat pada tanaman Anda, segera lakukan pemupukan ulang dengan pupuk alami ataupun pupuk kimia agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.

Serangan hama dan penyakit

Tanaman yang berada pada instalasi vertikultur juga rentan terserang hama dan penyakit. Hama-hama yang kemungkinan menyerang tanaman sayur di vertikultur adalah ulat tanah, ulat daun, ulat buah, kutu daun, kutu kebul, dan ulat grayak. Sementara itu, penyakit tanaman yang kerap menyerang adalah busuk akar, busuk daun, busuk buah, layu fusarium, dan beberapa jenis penyakit lainnya.

Serangan hama dan penyakit harus langsung diatasi sebelum tingkat serangannya semakin parah. Anda bisa memilih pestisida kimia yang banyak dijual di toko-toko atau menggunakan pestisida nabati yang terbuat dari bahan-bahan alami. Pestisida alami memiliki kelebihan berupa tidak meninggalkan residu bahan kimia yang berbahaya bagi tanaman, manusia, dan media tanam.

Penggunaan pestisida harus dilakukan sesuai dengan jenis hama yang menyerang agar pestisida tersebut dapat bekerja maksimal. Apabila Anda memutuskan untuk menggunakan pestisida kimia, gunakan dosis dan berikan dengan cara yang tepat agar dampak negatif dari pestisida kimia dapat diminimalisir.

Baca Juga:  Varietas Bawang Merah yang Ada di Indonesia

Serangan hama juga dapat diatasi dengan pengendalian sistemik, yakni dengan menangkap ulat atau hama yang terlihat berada di sekitar tanaman dan mematikannya.