Kentang

Pertanianku – Kentang termasuk anggota suku terung-terungan (Solanaceae) yang mempunyai reputasi beracun (toksik). Kentang tumbuh di dalam tanah berupa umbi batang, tempat penimbunan makanan. Umbi batang adalah umbi yang terbentuk dari perubahan bentuk batang sehingga tidak mempunyai sisa-sisa daun atau penjelmaannya (sisik) dan permukaannya tampak licin karena buku-buku batang dan ruas-ruasnya tidak jelas. Oleh karena umbi batang merupakan perubahan bentuk batang, masih bisa dilihat terdapatnya kuncup-kuncup pada umbi yang akan menjadi tunas dan menghasilkan tumbuhan baru.

KENTANG

Ada sekitar 100 varietas kentang yang bisa dimakan, berbeda dalam ukuran, bentuk, warna (cokelat, kuning, merah, putih), kandungan tepung, dan rasa. Kentang merupakan sumber karbohidrat, kalium (kalium), magnesium, vitamin C, dan B6.

Loading...
  • Kandungan Nutrisi & Zat Berkhasiat

Kentang mengandung vitamin (C, niasin, pantothenic acid, lisin, B1, B2, B6, folat), mineral (kalium, kalsium, natrium, fosfor, magnesium, besi, dan zink), protein, sebagian besar karbohidrat (mengandung kanji), serat, carotenoids, steroidal glycoalkaloids (solanin, solanidine, tuberosin, chaconine), dan polyphenols. Solanin ditemukan juga pada tanaman lain dari suku Solanaceae seperti tomat, bittersweet nightshade (Solanum dulcamara), dan terung (Solanum melongena).

Solanin mempunyai khasiat penenang (sedatif), antikejang (antikonvulsan), antijamur (fungisidal), dan pestisidal. Walaupun kandungan protein kentang setara jagung dan beras, tetapi kentang mengandung lisin, yaitu asam amino esensial yang kurang terdapat pada biji-bijian. Perlu diketahui, sebagian besar kandungan nutrisi pada kentang, seperti serat, protein, dan senyawa antikanker yang bernama chlorogenic acid berada pada kulitnya. Kandungan kalium pada kentang juga lebih tinggi dari pisang.

Cukupnya kandungan kalium menyebabkan tekanan darah yang tinggi lebih terkontrol dan akhirnya dapat mengurangi konsumsi obat-obat penurun tekanan darah. Kandungan kanji pada kentang sukar dicerna oleh enzim pencernaan baik di lambung maupun di usus halus. Kanji atau tepung kentang tersebut sampai di usus besar dalam keadaan utuh dan secara fisiologis akan meningkatkan kesehatan seperti halnya serat yaitu memadatkan tinja sehingga tidak mudah sembelit, melindungi usus besar dari kanker kolon, memperbaiki toleransi glukosa, meningkatkan  sensitivitas insulin, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, menimbulkan rasa kenyang, dan menurunkan simpanan lemak di bawah kulit. Kadar tepung kentang yang tidak mudah dicerna ini akan meningkat bila kentang dimasak (7%), dan lebih meningkat setelah kentang rebus tersebut dikonsumsi setelah dingin (13%).

Baca Juga:  Apa itu Makro Alga?

Kandungan karbohidrat kompleks juga tinggi pada kentang. Sebelum masuk ke dalam aliran darah, karbohidrat kompleks harus dipecah menjadi glukosa. Untuk pemecahan, diperlukan waktu. Hal ini penting bagi penderita diabetes melitus karena tidak langsung menaikkan kadar glukosa darah setelah dikonsumsi.

  • Khasiat

Kentang berkhasiat antikanker, fungisidal (mematikan jamur), pestisidal (pembunuh hama), penenang (sedatif), mempercepat penyembuhan luka, antiradang, mencegah sembelit, menurunkan kadar plasma kolesterol dan trigliserida yang tinggi, melindungi usus besar dari kanker kolon, dan memperbaiki toleransi glukosa dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Kentang bermanfaat menurunkan tekanan darah yang tinggi, membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus, mencegah kegemukan, serta mengobati sesak napas, batuk, susah buang air besar, serta tukak (ulkus) lambung dan duodenum.

Jus kentang mentah atau air rebusan kentang dapat meredam nyeri pada gout, pegal linu, sakit pinggang, keseleo, dan memar. Kompresan air rebusan kulit kentang mentah atau bubur kentang mentah bisa digunakan untuk pengobatan luka, mempercepat penyembuhan luka bakar, eksem, dan bermanfaat untuk mencegah infeksi seperti gondongan.

Irisan kentang mentah juga bisa digunakan untuk menurap bagian tubuh yang bengkak akibat terbentur atau memar, atau diletakkan di kening, perut, dan bagian tubuh lainnya karena memberikan rasa dingin pada penderita demam.

 

Sumber: Buku Fakta Ilmiah Buah dan Sayur

Loading...
Loading...