Keong Mas, Hama Padi yang Harus Segera Dikendalikan

Pertanianku Hama keong mas sering ditemukan ketika benih sedang disemai atau pada tanaman yang masih berumur di bawah 15 hari setelah tanam. Keong mas sudah ada di Indonesia sejak 1980-an, hewan ini didatangkan dari Amerika Selatan.

hama keong mas
foto: Pixabay

Pada awalnya, keong mas merupakan hewan yang berpotensi menjadi sumber protein hewani dengan bentuknya yang menggemaskan. Namun, tidak untuk petani. Keberadaan hewan ini dapat menyebabkan tanaman padi di hamparan sawah menjadi mati karena diserang oleh keong mas.

Produktivitas keong mas terbilang sangat cepat sehingga jumlah populasinya bisa meningkat secara signifikan jika dibiarkan begitu saja. Satu keong mas dewasa bisa menghasilkan seribu telur setiap bulannya selama empat tahun berturut-turut. Bayangkan saja apa yang akan terjadi jika hama ini tidak dikendalikan dengan baik, selain ledakan populasi keong mas perusak tanaman padi.

Hama keong mas dapat menyerang beberapa rumpun tanaman padi yang masih muda, terutama untuk padi yang baru saja ditanam. Hewan ini dapat bergerak dengan cepat di dalam air meski cangkang besarnya di permukaan air. Namun, keong mas akan berjalan lambat ketika berada di tempat yang macak-macak. Oleh karena itu, pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan pengelolaan air yang baik.

Serangan keong mas bisa menurunkan hasil produksi hingga sebesar 16—40 persen. Jika petani tidak menerapkan prinsip sistem tanam PTT, yaitu pengairan berselang, tanaman yang sudah berumur dua minggu lebih juga bisa diserang oleh hama ini.

Ada banyak cara pengendalian hama keong mas yang bisa dilakukan oleh petani. Pengendalian pertama yang ramah lingkungan dan sebaiknya dipilih terlebih dahulu oleh petani adalah pengendalian dengan musuh alami.

Bebek merupakan musuh alami bagi keong mas karena ternak ini akan melahap keong mas sebagai pakan yang kaya akan protein. Petani biasanya melepaskan bebek di sawah selama persiapan lahan tahap akhir atau sebelum ditanam hingga tanaman padi sudah berumur 1 bulan lebih.

Baca Juga:  Trik Meningkatkan Harga Jual Lada yang Merosot Tajam

Cara pengendalian lain yang sering dilakukan adalah pemungutan keong mas dan menghancurkan telurnya. Kegiatan ini sering dilakukan pagi dan sore ketika keong sedang aktif bergerak. Petani akan menancapkan sebatang kayu sebagai tempat keong meletakkan telurnya. Selanjutnya, cabut batang tersebut dan hancurkan telur-telur tersebut. Keong mas yang dipungut bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Pemungutan bisa lebih mudah dengan umpan dedaunan seperti daun pisang dan pepaya. Umpan tersebut diletakkan di pinggir sawah untuk menarik perhatian keong.

 


loading...