Kepuh, Pohon Mistis Penggugur Kandungan

Pertanianku Kepuh atau Sterculia foetida terkenal sebagai pohon besar dengan nuansa mistis penuh dengan mitos-mitos. Hal tersebut disebabkan oleh pohon kepuh sering dijumpai di daerah-daerah yang terkesan seram atau daerah yang jarang dikunjungi oleh orang-orang. Tahukah Anda, pohon mistis ini sebenarnya bisa berkhasiat sebagai obat herbal. Salah satunya berkhasiat sebagai obat penggugur kandungan.

kepuh
foto: Pixabay

Pohon kepuh dapat tumbuh hingga setinggi 40 cm dengan diameter batang yang mencapai 100—120 cm. Batang pohon berkayu putih agak keruh, kasar dan ringan, serta sebagian kulit kayu bagian dalam berwarna cokelat kemerahan.

Daun tanaman berbentuk menjari terdiri atas 5—10 anakan daun, tangkai daun dapat tumbuh mencapai 10—25 cm. Buah tanaman berbentuk seperti perahu dan berukuran 8—14 cm. Kulit buah terbilang cukup tebal dan berwarna merah. Di dalam buah terdapat biji yang berbentuk elips dengan panjang sekitar 2—3 cm, berwarna hitam dan berlemak.

Bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai penggugur adalah kayu dan biji tanaman. Di dalam kayu dan biji tanaman mengandung minyak, protein, serta selulosa. Kulit kayu dan biji kepuh harus diseduh terlebih dahulu agar dapat diminum menjadi obat penggugur kandungan. Sebaiknya, lakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya sebagai obat penggugur.

Kulit buah kepuh bisa dibakar untuk menghasilkan abu yang berguna untuk memantapkan warna yang dihasilkan oleh kesumba. Abu tersebut juga dapat direndam untuk dijadikan obat penyakit kencing nanah. Di dalam biji kepuh juga terkandung minyak sekitar 40 persen. Minyak dari biji kepuh sering digunakan sebagai minyak lampu dan minyak goreng.

Di daerah Kangena, minyak tanaman ini digunakan untuk membatik. Masyarakat biasanya memanfatkan biji kepuh untuk disangrai dan diolah menjadi sambal.

Baca Juga:  Manfaat Terung Lalapan pada Kuliner Khas Sunda

Daun pohon kepuh bisa digunakan sebagai obat terkilir. Cara pemanfaatannya cukup mudah, Anda hanya perlu meremas daun dan menempelkannya di bagian yang terkilir. Remasan daun tersebut juga dapat digunakan untuk mencuci kepala.

Karena salah satu khasiatnya sebagai penggugur kandungan, pohon ini tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil yang tidak memiliki keperluan medis untuk menggugurkan kandungan.