Keran Impor Daging Kerbau Asal India Terus Dibuka

Pertanianku – Guna memenuhi kebutuhan daging jelang Idul Fitri, pemerintah terus melanjutkan kebijakan impor daging kerbau beku yang berasal dari India. Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebutkan volume impor daging kerbau beku akan dibuka hingga 100 ribu ton.

Enggar menilai, kualitas daging kerbau beku sama dengan daging sapi beku. Bahkan, harganya dipastikan lebih murah dibanding daging sapi. Menurutnya, harga maksimum daging kerbau beku hanya Rp80.000 per kg.

“Sekarang ini sudah ada tersedia dan itu akan jalan terus. Daging dari India akan jalan terus sampai 100 ribu ton,” kata Enggar, seperti melansir Republika (2/5).

Enggar juga meminta masyarakat untuk terus membiasakan diri untuk mengonsumsi daging beku, ketimbang daging segar. Menurutnya, daging beku baik sapi atau kerbau memiliki higienitas lebih tinggi daripada daging segar.

“Kalau ke restoran, mana ada mereka siapkan steak dengan daging segar. Itu dilarang karena tidak higienis. Sementara kalau dibekukan, kumannya mati. Jadi daging beku sebetulnya makanan sehat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menambahkan bahwa izin impor daging kerbau beku dari India meningkat menjadi 100 ribu ton. Angka ini 30 ribu ton lebih banyak dibanding izin impor yang diterima Bulog sebelumnya sebanyak 70 ribu ton daging kerbau beku. Bulog mencatat, pasokan daging kerbau beku dari India saat ini sudah menyentuh 39 ribu ton. Djarot yakin, jumlah ini mampu memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri hingga Lebaran.

“Tapi tetap (tambah impor) mungkin 10 ribu—20 ribu ton lagi. Kan sekarang stok 39 ribu ton. Banyak itu,” ungkapnya.

loading...
loading...