Keren! Peneliti Ini Kembangkan Mesin untuk Memerah Racun Hewan Mematikan


Pertanianku – Kalajengking merupakan salah satu hewan yang memiliki racun sangat mematikan. Hewan yang satu ini biasanya banyak ditemukan di daerah gurun atau padang pasir.

Foto: pixabay

Namun, tahukah Anda jika sebuah penelitian mengungkapkan bahwa racun kalajengking dapat digunakan sebagai obat dan terapi? Bahkan, obat dari racun kalajengking kini banyak diminati. Kok bisa ya?!

Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Pasalnya, racun kalajengking disebut memiliki ratusan komponen yang berpotensi bermanfaat bagi sektor kesehatan. Namun, racun kalajengking tidak begitu saja bisa diambil.

Untuk mengambil racunnya, diperlukan sebuah metode khusus untuk memerah racun kalajengking. Hal ini dilakukan agar tidak menyakiti hewan tersebut.

Penelitian tersebut dilakukan oleh sekelompok peneliti asal Maroko. Mereka berhasil menemukan solusinya. Dengan menggunakan mesin yang dikendalikan remote, peneliti bisa memerah racun kalajengking dengan cepat dan aman.

“Jika dulu kita hanya bisa mengambil racun dari 10 kalajengking per harinya, dengan alat ini kita bisa mengambil racun hingga 150 kalajengking per hari,” tutur Mouad Mkamel, peneliti dari Ben M’sik Hassan II University di Casablanca, Maroko, dikutip dari Reuters.

Mesin pemerah racun kalajengking menggunakan tegangan listrik untuk menstimulasi keluarnya racun kalajengking. Alat yang sedang menunggu proses paten ini bekerja menggunakan tegangan listrik yang ditempelkan ke ujung ekor kalajengking. Tegangan listrik ini menstimulasi bagian yang memproduksi racun kalajengking.

Peneliti mengatakan bisnis pemerahan racun kalajengking bisa sangat menguntungkan. Satu gram racun kalajengking dihargai $8.000 atau sekitar Rp106 juta.

Untuk spesies kalajengking yang lebih langka harganya bisa berkali-kali lebih besar, sekitar $12.000 atau Rp160 juta. Ke depannya, para peneliti berharap bisa memproduksi mesin ini secara massal.

“Racun kalajengking memang berbahaya dan fatal bagi manusia. Namun potensinya di sektor kesehatan sangat besar, mulai dari bahan untuk penyakit kronis hingga terapi kanker,” ungkapnya.

Baca Juga:  Canggih, Deteksi Hama Kini Bisa Lewat Smartphone!
loading...
loading...