Kerugian yang Terjadi Jika Ayam Sakit

Pertanianku — Setiap usaha pasti memiliki kendalanya masing-masing, begitupun dengan beternak ayam. Salah satu kendala yang sering dialami peternak adalah ayam sakit. Penyakit dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan merusak organ reproduksi penting yang dapat menentukan produktivitas ayam petelur.

ayam sakit
foto: Pertanianku

Organ reproduksi ayam yang tidak tumbuh dengan sempurna dapat menyebabkan produksi telur menurun dan akibatnya peternak akan mengalami kerugian. Sebetulnya, kerugian karena ayam sakit tidak hanya berupa materi, masih ada banyak kerugian lain yang akan Anda hadapi. Simak ulasannya di bawah ini.

FCR bertambah

FCR merupakan banyaknya pakan yang digunakan untuk menghasilkan 1 kg daging. Artinya, semakin kecil FCR, penggunaan pakan akan semakin efisien. Penyakit erat kaitannya dengan FCR dan dapat menyebabkan pembengkakan FCR. Hal itu karena nutrisi pakan tidak digunakan untuk pertumbuhan, tetapi memulihkan kondisi tubuh ayam yang tidak normal.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan bobot ayam tidak bertambah, bahkan terkadang mengalami penurunan. Masa pemeliharaan pun menjadi lebih lama untuk mengejar bobot sesuai dengan standar sehingga biaya meningkat.

Misalnya, standar bobot badan pullet umur 13 minggu 1,14 dan FCR standarnya 3,421. Namun, karena ayam sakit, bobot 1,14 dicapai pada umur 14 minggu dengan FCR 3,772. Artinya, terdapat selisih FCR sebesar 0,351. Jika harga pakan per kg Rp6.200, terdapat pemborosan biaya sebesar Rp6.200 × 0,351 = Rp2.176 per kg bobot ayam atau Rp2.480 per ekor.

Tingkat mortalitas meningkat

Penyakit dapat menyebabkan kematian pada ayam dan angkanya bergantung pada jenis dan tingkat keparahan penyakit. Semakin tua umur ayam, semakin besar kerugian yang diakibatkan oleh kematian ayam.

Biaya pengobatan membengkak

Ayam yang sakit tentunya harus langsung diberikan penanganan yang tepat dan sesuai dengan jenis penyakit. Pengobatan tersebut tentunya dapat menyebabkan tambahan pada biaya pengobatan. Semakin banyak ayam yang sakit, biaya pengobatan yang harus Anda keluarkan semakin banyak.

Baca Juga:  Resep Sate Bebek yang Lezat

Harga jualnya turun

Ayam yang sudah sakit biasanya harga jualnya akan turun. Misalnya, 4.000/minggu/ekor. Beda halnya dengan pullet sakit, perhitungannya per kg daging ayam sakit. Hal itu karena pembelinya juga bukan bertujuan untuk dipelihara menjadi ayam layer, melainkan untuk konsumsi.