Kesalahan yang Sering Terjadi pada Penanganan Hewan Kurban

Pertanianku — Kurban hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba selalu dilakukan pada hari raya Iduladha. Namun, sayangnya, masih banyak pelaksanaan penanganan hewan kurban yang keliru karena yang sebagian besar yang ikut berkontribusi umumnya bukan orang yang ahli. Berikut ini beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penanganan hewan kurban seperti dikutip dari laman cybex.pertanian.go.id.

penanganan hewan kurban
foto: Pertanianku

Ternak dirobohkan dengan kekerasan

Pasti Anda sering melihat kejadian hewan ternak yang ngamuk seperti melawan sehingga ternak dijatuhkan dengan kekerasan agar ternak tersebut roboh. Padahal, penanganan tersebut dapat menyebabkan kualitas daging yang dihasilkan rendah. Ternak yang ditangani dengan kekerasan akan merasa stres dan pada tubuh hewan terdapat memar-memar. Daging dari ternak tersebut cenderung mudah busuk.

Memisahkan kepala hewan

Setelah ternak disembelih, sebagian orang sering memisahkan kepala tersebut hingga menyebabkan sumsum tulang belakang yang baru disembelih putus. Kondisi leher yang terbuka membuat jantung memompa darah keluar tubuh secara optimal.

Jika jantung yang sedang aktif memompa darah tetapi sumsung tulang belakangnya sudah putus, jantung tersebut akan kehilangan kontak dengan otak. Dengan begitu, jantung akan berhenti berdetak dan menyisakan banyak darah di tubuh hewan.

Tidak melakukan pemeriksaan pada hewan setelah disembelih

Pemeriksaan hewan yang dilakukan setelah disembelih dilakukan pada hati, jantung, paru-paru, limpa, ginjal, dan organ bagian dalam. Pemeriksaan tersebut bertujuan memeriksa apakah ada kelainan atau cacing hati. Jika ada, organ tersebut harus disingkarkan dan tidak boleh dikonsumsi.

Daging sembelih tidak digantung

Daging yang sudah disembelih sebaiknya digantung untuk mengeluarkan darah lebih optimal. Hewan yang baru dipotong akan mengalami kejang otot. Penggantungan daging akan mempermudah proses rigor mortis sehingga tekstur daging yang didapatkan lebih baik dan cepat empuk.

Baca Juga:  Kiat Memberikan Pakan Hidup untuk Burung Cucakrawa

Pemotongan tidak memerhatikan kebersihan

Jumlah hewan kurban yang banyak terkadang membuat kondisi pemotongan daging menjadi agak sedikit padat. Terkadang, saat itu faktor kebersihan kurang terjaga, padahal kebersihan dapat memengaruhi kualitas daging yang akan didapatkan. Pemotongan sebaiknya dilakukan di atas meja, bukan di lantai yang sudah dialasi dengan terpal untuk menghindari kontaminasi bakteri.

Kesalahan saat memotong daging

Biasanya, pemotongan dilakukan oleh orang yang tidak profesional sehingga pemotongan sering asal-asalan. Padahal, pemotongan harus dilakukan sesuai dengan alur serat daging dan otot daging.