Kesejahteraan Petani Meningkat Berkat Program Simantri

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia. Salah satu program yang digagas adalah Simantri (sistem manajemen pertanian terintegrasi) yang merupakan salah satu program pertanian andalan Pemda Kabupaten Manggarai.

meningkatkan kesejahteraan petani
Pexels

“Anak-anak bisa bersekolah dengan baik dan perekonomian kami meningkat,” ujar beberapa petani penerima kegiatan Simantri di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), seperti dikutip Republika, Senin (22/7).

Kadistan Kabupaten Manggarai, Yoseph Mantara membeberkan dua program prioritas kabupaten tersebut, yaitu Simantri dan Hortikultura Umum. Simantri didukung oleh beberapa dinas dan menjalankan tugasnya sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Loading...

“Kegiatan Simantri dibuat untuk mengembangkan komoditas hortikultura yang dapat mendukung pariwisata, khususnya di daerah Labuan Bajo. Kita tahu di Labuan Bajo terdapat Pulau Komodo yang merupakan destinasi wisata dan tercatat sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia,” papar Yoseph.

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa program ini didukung beberapa pihak. Di antaranya Dinas PUPR untuk penyediaan infrastruktur dan irigasi, Dinas Perdagangan membantu dalam proses pemasaran, Dinas Peternakan menyediakan hewan ternak (sapi) dan kotorannya diolah menjadi bokashi.

“Lalu Dinas Pertanahan membantu dalam urusan sertifikat tanah petani, Dinas Koperasi membantu dalam hal pendampingan dalam manajemen keuangan untuk petani. Sebagai leader  adalah Dinas Pertanian yang menyediakan benih sayuran dan buah semusim, greenhouse, pendampingan dan pembinaan bagi kelompok dalam hal berbudidaya hortikultura,” tambah Yoseph.

Simantri Kabupaten Manggarai akan dijadikan percontohan bagi kabupaten lain di Provinsi NTT. Sejak 2017 hingga kini, kegiatan Simantri telah berhasil dibangun 20 greenhouse besar berukuran 8 m × 25 m dan 75 unit greenhouse mini berukuran 5 m × 8 m yang telah menanam 25 jenis komoditas hortikultura di antaranya cabai, tomat, buncis, brokoli, sawi, melon, dan semangka.

Baca Juga:  Inilah Keuntungan Penggunaan Mulsa Plastik Hitam Perak

“Program ini terus berkembang. Sampai saat ini telah terbentuk 30 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan dan 2 kelompok dari 30 kelompok yang tersentuh kegiatan Simantri dikelola oleh TNI,” ujar Yoseph.

Kelompok Wirasakti yang beranggotakan TNI menggunakan lahan milik bandara seluas 1,8 hektare. TNI memanfaatkan lahan tersebut sebagai bagian dari salah satu penerima kegiatan Simantri 2019.

“Mereka mendapat penghasilan tambahan. Badan menjadi sehat, pikiran fresh melihat tanaman tumbuh dan menghasilkan. Tidak hanya tahu bagaimana mengangkat senjata, tetapi juga tahu bagaimana berbudidaya di bawah bimbingan PPL Alim,” ujar ketua kelompok, Lamper.

Dari program Simantri ini diharapkan selain dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani dan mendukung pariwisata, khususnya di Labuan Bajo.

Loading...
Loading...